Tribunners

Menakar Pilihan Membaca Buku

Apa yang dikhawatirkan sebagai kiamat buku belum tiba. Penerbit buku cetak masih banyak yang eksis.

Editor: suhendri
ISTIMEWA
Muhammad Mufti AM - Pustakawan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bantul, DIY 

Di kalangan komunitas penggemar buku dan penggiat literasi, buku cetak cocok diberikan sebagai hadiah ulang tahun atau pemberian reward tertentu. Dan seperti umumnya dikatakan orang, membawa buku cetak cenderung memunculkan kesan cerdas, akademis, dan berpendidikan. Pembudayaan kegemaran membaca sejak dini lebih direkomendasikan menggunakan buku cetak. Buku cetak akan mengantisipasi serta mengurangi ketergantungan gawai.

Terlepas dari buku cetak, buku digital pun memiliki sisi positif tersendiri. Buku digital memudahkan akses membaca. Penyimpanan buku digital ringkas menghemat tempat. Akses ribuan sampai jutaan judul buku pada satu platform aplikasi berbasis internet tersedia. Kesempatan sekaligus kecepatan mendapatkan buku bacaan pun lebih terjamin. Tidak perlu beralih tempat ke toko buku atau perpustakaan.

Pencarian informasi berdasarkan subjek/topik tertentu secara cepat dilakukan melalui beberapa judul buku. Buku digital gratis, tinggal pilih, langsung akses atau simpan dalam perangkat. Siap mengisi dan menambah konten koleksi perpustakaan maya. Sementara jenis audiobook bisa dinikmati sambil melakukan aktivitas atau pekerjaan lain.

Kurang pas rasanya apabila era milenial yang sarat akan penggunaan teknologi informasi dan konten-konten media online dianggap sebagai pertanda akhir era buku cetak. Apa yang dikhawatirkan sebagai kiamat buku belum tiba. Penerbit buku cetak masih banyak yang eksis.

Perpustakaan Nasional kini lagi gencar-gencarnya mempromosikan Perpusnas Press. Unit kerja bidang penerbitan ini memfasilitasi pustakawan bersama penggiat literasi yang ingin menerbitkan karya di bawah pendampingan Perpustakaan Nasional.

Penggiat literasi di Indonesia bermodal buku cetak tetap bertahan, tak terdengar surut kegiatan. Masih ada ruang yang mengakomodasi penikmat buku cetak berdampingan dengan buku digital. Urusan membaca buku kembali kepada pribadi masing-masing karena menyangkut selera. Buku cetak dan buku digital merupakan pilihan membaca. (*)

Sumber: bangkapos
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved