Ini Asal Usul Penamaan Ayam Pop, Kuliner Khas Minang yang Tampilannya Pucat
Berbeda dengan ayam goreng, ayam pop memilik warna putih pucat setelah selesai dimasak.
Penulis: Nur Ramadhaningtyas | Editor: Ardhina Trisila Sakti
BANGKAPOS.COM - Ayam pop menjadi salah satu makanan khas minang yang begitu diminati oleh masyarakat Indonesia.
Tak kalah enak dari rendang, ayam pop yang bertekstur lembut dengan rasa yang gurih serta aroma rempah yang khas sukses membuat banyak orang jatuh cinta dengan kuliner yang satu ini.
Berbeda dengan ayam goreng, ayam pop memilik warna putih pucat setelah selesai dimasak.
Hal ini dikarenakan sebelum digoreng, ayam pop yang sudah diberi bumbu direbus terlebih dahulu di dalam rebusan air kelapa dan bawang putih cincang.
Baca juga: 11 Detik Video Gisel dan Wijin Viral di TikTok Jadi Sorotan, Terciduk Manja dan Nempel Mulu
Baca juga: Beredar Video 11 Detik Gisel dan Wijin di Tiktok, Ternyata Terekam Bertiga Bareng Pria Lain
Baca juga: Kamaruddin Simanjuntak Ungkap Jual Beli Bintang, Ada yang Setor Rp2,5 Miliar, Jabatan Tak Dapat
Baca juga: Permohonan Banding Ferdy Sambo Ditolak, Tetap Dipecat Tidak dengan Hormat
Setelah itu, ayam baru digoreng sebentar di dalam minyak panas agar matang sempurna dan memperoleh sedikit tekstur renyah.
Ayam pop biasanya dihidangkan dengan didampingi samba lado (sambal) tomat dan sayur daun singkong rebus..
Namun, sebutan "pop" pada ayam goreng ini terkadang menimbulkan tanda tanya tersendiri.
Dilansir dari KompasTravel yang tayang pada tahun 2017 lalu , ternyata ini dia asal usul penamaan "ayam pop".
KompasTravel mengunjungi Restorang Family Benteng Indah, yang mana merupakan tempat pelopor dari ayam pop.
"Rumah makan ini sudah lama, dari tahun 1950-an. Iya, memang ayam pop awalnya dari Family Benteng Indah ini," kata Thamrin, pekerja di restoran Family Benteng Indah dari tahun 1973, dilansir dari KompasTravel, Senin (19/9/2022).
"Jadi awalnya kami jualan ayam goreng kering. Suatu hari pesanan ramai sekali akhirnya dibuat oleh bos saya macam ayam pop ini. Sengaja atau tidak sengaja saya tidak tahu," kata Thamrin.
Ayam pop di Restoran Family Benteng Indah kenyataanya berbeda dengan ayam pop di rumah makan khas minang lainnya.
Di sini ayam tak digoreng garing.
Kata Thamrin, ayam pop versi mereka adalah direbus dahulu baru digoreng sangat sebentar.
Sehingga ayam pop masih bewarna putih, namun dengan tekstur bagian kulit luar yang lebih keras.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20220919-Ilustrasi-makanan-ayam-pop.jpg)