Breaking News:

Sejak Dinaikan, Pertalite Disebut Lebih Boros dan Cepat Habis, Oktan Diturunkan? Begini Kata Ahli

Sejak Dinaikan, Pertalite Disebut Lebih Boros dan Cepat Habis, Oktan Diturunkan? Begini Kata Ahli

Editor: Evan Saputra
Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah
Pembelian pertalite di SPBU di Jalan Ahmad Yani Dalam Kota Pangkalpinang, Jumat (1/7/2022). 

BANGKAPOS.COM - Setelah dinaikan, banyak keluhan dari masyarakat soal Pertalite.

Tak hanya soal harga tapi juga karena pemakaian lebih boros dari biasanya dan sangat cepat habis.

Hal ini dirasakan banyak orang, mereka menilai BBM jenis pertalite saat ini setelah mengalmi kenaikan harga jauh lebih boros.

Bahkan sejumlah warganet menyampaikan hal ini di media sosial Twitter hingga TikTok.

Adapun di Twitter, hal ini disampaikan salah satunya oleh akun @RomitsuT.

“Mohon maaf, terpaksa saya harus katakan apa yg saya alami soal  BBM Partalite setelah kenaikan harga jadi 10.000. Bukan saja beban biaya bertambah 200-300 rb/bln namun ada yg terasa aneh dimana partalite nya kok cepat habis? Bahkan sekarang 1 hari saya harus isi 2x,” tulis akun tersebut.

Dalam unggahan ini terdapat tangkapan layar percakapan WhatsApp yang menanyakan hal serupa dan mendapatkan jawaban yang sama-sama menyetujui anggapan tersebut.

Adapun postingan ini telah disukai lebih dari 7.355 kali dan dibagikan lebih dari 2.274 kali.

Beragam tanggapan juga muncul terkait unggahan tersebut: Beberapa warganet setuju dengan unggahan yang ada.

“Iya saya juga merasakan hal yang sama. Pertalite ini Ron 90 tapi kok kayak Ron 88?” tulis salah satu akun.

“Kyknya nilai Oktan/RON nya diturunin. Jadi pembakaran tidak sempurna, tenaga mesin turun, akhirnya ngegas makin dalam biar tenaganya kayak pertalite waktu belum naik. Mungkin loh ya, bisa saja salah.” ujar akun yang lain.

“Cepet habis ya, biasa 10rb dapet 1,4 ltr sekarang cuma 1 liter, jarak yg ditempuh tetap sama, ya iyalah cepet habis biasanya 10rb dapet 1,4 sekarang 10rb dapet 1ltr..” ujar salah satu akun.

Pendapat ahli

Terkait hal ini, Kompas.com menghubungi Dosen Teknik Mesin Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta Jayan Sentanuhady.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved