Rabu, 8 April 2026

Berita Pangkalpinang

Kian Dilirik, Karya Ecoprint Perajin Bangka Belitung Tembus Mancanegara

Perempuan kelahiran Solo, 10 November 1968 yang tinggal di Koba, Bangka Tengah ini, telah menggeluti kerajinan ecoprint sejak tahun 2018.

Penulis: Sela Agustika | Editor: Novita
Istimewa/Dokumentasi Wiwik
Perajin Ecoprin B.Eco, Wiwik Soemitro, saat ikut fashion show karya ecoprint di luar daerah. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Kehadiran karya ecoprint kian eksis di tengah dunia fesyen. Sebelumnya di Bangka Belitung sendiri, terlebih dulu hadir kain batik cual.

Namun, perlahan dengan tingginya kreativitas pelaku seni, kini muncul produk ecoprint yang bisa diperoleh dengan memanfaatkan tumbuhan di alam yang dituangkan di atas bahan kertas putih.

Hal ini tentunya membuat konsumen merasa aman menggunakan produk ecoprint karena memanfaatkan bahan alam sebagai media pembuatan pola.

Kehadiran ecoprint ini pun telah sampai ke telinga para wisatawan mancanegara.

Seorang perajin ecoprint di Bangka Belitung, Wiwik Sri Suryanti, telah 'menerbangkan' karyanya hingga ke pelosok negara seperti Australia, Singapore, Sidney, Brasil, dan beberapa wilayah lainnya.

Perempuan kelahiran Solo, 10 November 1968 yang tinggal di Koba, Bangka Tengah ini, telah menggeluti kerajinan ecoprint sejak tahun 2018.

Ia menuturkan, ketertarikannya pada dunia seni memang sudah sejak kecil. Sebelum terjun ke seni ecoprint, ia juga bergelut di kesenian batik. Karya ecoprint miliknya telah diberi label B.Eco (Bangka Ecoprint).

Wiwik menilai tren fesyen di Indonesia yang sudah diarahkan ke sustainable fashion dan ramah lingkungan membuat perkembangan ecoprint saat ini mulai banyak diminati.

"Awal mula saya tahu ecoprint ini sejak tahun 2017. Waktu itu kebetulan bergaul dengan teman seni di luar. Dari sini sejak 2018 praktik dan sampai sekarang Alhamdulillah masih lanjut dan banyak yang mulai tertarik dengan ecoprint. Alhamdulillah melalui teman atau tangan ketiga yang ada di luar, produk B.Eco juga telah tembus ke luar negeri, seperti Australia, Singapore, Brazil, dan juga termasuk di pasar Indonesia," tutur Wiwik Kepada Bangkapos.com, Jumat (30/9/2022).

Ia mengatakan, karya B.Eco diikutsertakan dalam berbagai event fashion show dan pameran di luar daerah seperti Solo, Yogya, Jakarta, hingga Bali.

Dalam satu bulan, lanjutnya, dirinya bisa menghasilkan sebanyak 150 kain karya ecoprint yang siap diolah, baik menjadi produk fesyen, aksesori, dan lainnya.

"Untuk produksi, tidak setiap saat. Kadang kalau muncul ide mau ngapain aja kita produksi. Untuk keseharian bikin ecoprint ini saya sendiri. Tetapi kalau ada orderan, biasanya saya butuh dua tenaga yang ikut membantu," ucapnya.

Aneka produk ecoprint ini dijualnya dengan harga bervariasi, mulai dari Rp25 ribu hingga Rp2,5 juta.

"Ecoprint yang saya hasilkan ini berupa bahan kain. Namun untuk produk seperti fesyen mulai dari baju, sepatu, jilbab dan lainnya, kita kerja sama dengan penjahit yang ada. Dan Alhamdulillah untuk omzet, lumayan karena saat ini banyak yang mulai tertarik ecoprint. Tahun kemarin omzet ini bisa mencapai Rp70 juta," tutur Wiwik.

Selain ramah lingkungan, ia menyebut produk ecoprint memiliki kelebihan, yakni stok yang tersedia limited atau tidak sama satu sama lainnya.

Sumber: bangkapos.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved