Berita Pangkalpinang
Kian Dilirik, Karya Ecoprint Perajin Bangka Belitung Tembus Mancanegara
Perempuan kelahiran Solo, 10 November 1968 yang tinggal di Koba, Bangka Tengah ini, telah menggeluti kerajinan ecoprint sejak tahun 2018.
Penulis: Sela Agustika | Editor: Novita
Wiwik pun siap memberikan ilmu terkait ecoprint kepada masyarakat atau kelompok yang ingin membuat karya ecoprint.
"Ecoprint ini ada tekniknya, ada teknik yang mudah dan bisa dilakukan siapa saja. Saya juga sering isi seminar ecoprint ini, khususnya memberikan edukasi akan produk yang ramah lingkungan," imbuhya.
Masih Andalkan Penjualan Offline
Flo Ecoptin, perajin ecoprint di Pangkalpinang, juga memulai bisnis ecoprint. Para perajin yang terdiri dari enam kelompok ini, baru sekitar lima bulan menekuni bisnis ecoprint.
Saat ini, minat akan karya ecoprint mulai dilirik oleh masyarakat. Bahakan pihaknya pernah meraup omzet hingga Rp6 juta dari hasil karya ecoprint.
"Untuk produksi kami tidak menentu, kebetulan baru. Tetapi setiap produksi bisa mencapai 10 kain atau lebih. Meski baru Alhamdulillah produk kita banyak terjual. Namun memang saat ini penjualan masih mengandalkan offline, seperti event bazar dan di rumah. Untuk online kita belum," kata Yiyi, satu di antara perajin Flo Ecoprint.
Produk Flo Ecoprint juga sering dipamerkan di berbagai event seperti bazar, seminar dan kegiatan lainnya.
"Alhamdulillah, semakin ke sini semakin banyak yang tahu dan juga kami sudah ikut serta dalam berbagai kegiatan, baik bazaa, pameran, pelatihan, seminar. Terakhir kemarin kegiatan dari kementerian yang di Novotel. Semoga ke depan semakin maju dan kian dilirik hingga ke luar daerah," tuturnya. (Bangkapos.com/Sela Agustika)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20220930-Perajin-Ecoprin-BEco-Wiwik-Soemitro-saat-Ikut-Fashion-Show-di-Luar-Daerah.jpg)