Tribunners

Melawan Kemiskinan

Dalam menentukan kemiskinan tidak dapat dilihat secara kasatmata untuk menentukan sasaran

Editor: suhendri
ISTIMEWA
Dwi Ratna Laksitasari, S.Psi. - Pekerja Sosial Ahli Muda Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung 

Dalam menentukan kemiskinan tidak dapat dilihat secara kasatmata untuk menentukan sasaran. Misalnya, kondisi rumah warga yang bagus/layak, tetapi ternyata di dalamnya terdapat 9 orang anak dengan ayah bekerja dengan penghasilan Rp2.000.000/ bulan, namun dengan ibu yang tidak bekerja. Di lain sisi terdapat rumah dengan kondisi tidak layak, tetapi dengan anak 1 orang, ayah bekerja dan ibu bekerja sehingga penghasilan mereka Rp3.000.000/ bulan. Dengan demikian, ketika memilih mana yang jadi prioritas haruslah dapat dipilih dengan bijak agar sasaran program tepat sasaran.

Namun, kembali lagi pada mental manusianya, ketika pemerintah menyediakan banyak program untuk membantu seseorang agar dapat keluar dari kemiskinan, tetapi jika seseorang tersebut masih menganggap bahwa munculnya bantuan justru membuat mereka lebih mudah untuk memenuhi kebutuhan hidup sehingga tidak perlu lagi untuk bekerja keras maka seseorang tersebut belumlah sepenuhnya keluar dari kemiskinan karena dia tidak menjadikan dirinya untuk mandiri dan berfungsi sosial dengan baik.

Tentunya sebagai generasi yang hidup dan berkembang dari Indonesia, besar harapan kita agar Indonesia menjadi negara bebas miskin, atau paling tidak angka kemiskinannya bisa ditekan jauh ke bawah. Untuk perubahan itu tidak bisa semata-mata mengharap pada pemerintah. Agen peubah adalah diri kita sendiri sebagai setiap individu yang menjadi bagian dari sebuah negara. (*)

Sumber: bangkapos
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved