Berita Pangkalpinang
Guru Honorer Terpaksa Berhutang untuk Makan, DPRD Babel: Ini Penzaliman
Guru Honorer Terpaksa Berhutang untuk Makan, DPRD Babel: Ini Penzaliman
Penulis: Evan Saputra CC | Editor: Evan Saputra
BANGKAPOS.COM, BANGKA - Guru Honorer Terpaksa Berhutang untuk Makan, DPRD Babel: Ini Penzaliman
Sejumlah guru honorer SMA di Kota Pangkalpinang terpaksa harus gigit jari.
Hal ini dikarenakan, terkait gaji yang seharusnya cair setiap bula tetapi kerap terlambat, bahkan pernah tertunda hingga tiga bulan lamanya.
Sebagian dari mereka juga terpaksa berutang untuk biaya makan dengan orang terdekat demi memenuhi kebutuhan hidup.
Baca juga: Video Viral TKW Durasi 5 Menit 47 Detik Main di Toilet Kini Dicari-cari di TikTok hingga Twitter
Baca juga: Kisah Lutfiana Ulfa, Dinikahi Syekh Puji di Usia 12 Tahun, Begini Kondisinya Sekarang
Dengan ditemukanya persoalan ini, ditanggapi serius oleh Ketua Komisi IV DPRD Babel, Marsidi Satar.
Ia mengatakan, mereka merasa tidak nyaman dengan adanya persoalan tenaga honorer yang belum menerima gaji.
"Kami merasa tidak nyaman dengan kondisi ini. Kami merasa ini penzaliman terhadap para guru honorer," kata Marsidi kepada Bangkapos.com, Selasa (11/10/2022).
Ia mengatakan, walaupun sampai saat ini DPRD belum menerima terkait aduan dari guru honorer secara langsung. Tetapi secepatnya mereka bakal merespon persoalan tersebut ke Dinas Pendidikan Babel agar segera diselesaikan.
"Sampai saat ini belum ada pengaduan ke kami baik pribadi maupun secara dinas ke komisi empat. Kami juga secara kedinasan pada besok jam 10.30 WIB akan panggil dinas pendidikan untuk rapat dengar pendapat," katanya.
Politikus Golkar ini, berjanji akan mengawal persoalan ini, terutama dalam pembayaran gaji honorer guru. Sehingga tidak terus menerus terulang dikemudian hari.
"Kami akan terus mengawal agar kejadian ini jangan sampai terulang lagi, dan untuk gaji honorer ini berkisar Rp 2,9 juta," tegasnya.
Sementara, diberitakan sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan Babel Ervawi, mengaku sudah menandatangani pengajuan untuk pencairan gaji ribuan honorer guru tersebut.
"Kemarin sudah saya tandatangani, lagi diproses di Bakeuda untuk pencairan," kata Ervawi, Senin (10/10/2022).
Ervawi menjelaskan alur proses pencairan gaji guru honorer, pihaknya setiap bulan menunggu usulan untuk gaji guru honorer dari sekolah-sekolah, melewati Cabang Dinas Pendidikan (Cabdin) Wilayah.
Setelah itu, baru diusulkan ke dinas pendidikan. Namun, lanjut Ervawi, dalam pengajuannya ada syarat yang harus dipenuhi terlebih dahulu oleh sekolah atau Cabdin Wilayah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/ilustrasi-guru-honorer-afasdfdfdfsdfdfd.jpg)