Sabtu, 25 April 2026

Terbaru, Ilmuwan Temukan Golongan Darah Baru, Ternyata Ini Namanya

Baru-baru ini beberapa ilmuwan mendapatkan temuan baru yang penting untuk diperhatikan, yaitu sebuah kelompok golongan darah baru, Darah apa itu?

Editor: Evan Saputra
Freepik Vector
Golongan darah 

BANGKAPOS.COM - Terbaru, Ilmuwan Temukan Golongan Darah Baru, Ternyata Ini Namanya

Setiap orang harus mengetahui golongan darah mereka jika suatu saat terjadi peristiwa yang mengharuskan adanya tindakan transfusi darah.

Mengetahui golongan darah yang kita miliki bisa membantu kita hidup lebih sehat, merencanakan berbagai program di masa depan, sekaligus mencegah berbagai risiko komplikasi.

Baca juga: Kisah Lutfiana Ulfa, Dinikahi Syekh Puji di Usia 12 Tahun, Begini Kondisinya Sekarang

Baca juga: Video Viral TKW Durasi 5 Menit 47 Detik Main di Toilet Kini Dicari-cari di TikTok hingga Twitter

Dilansir dari The Hill, 4 Oktober 2022, baru-baru ini beberapa ilmuwan mendapatkan temuan baru yang penting untuk diperhatikan, yaitu sebuah kelompok golongan darah baru

Selain golongan darah yang paling umum dikenal seperti A, B, O, dan Rh, ternyata ada golongan darah lainnya.

Golongan darah baru ini, yang diberi nama golongan darah Er, adalah golongan darah ke-44 yang dideskripsikan.

Secara total, ada lima antigen Er dalam kelompok ini berdasarkan variasi genetik pada protein Piezo1, menurut penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Blood.

Protein Piezo1 ditemukan pada permukaan sel darah merah.

Antibodi yang cocok dengan antigen Er dapat menempel padanya dan menyebabkan sel kekebalan menyerang sel yang tidak cocok.

Ini juga dapat terjadi dalam kasus lain, di mana golongan darah tidak cocok, dan mengapa dokter dan praktisi kesehatan bekerja untuk menghindari ketidakcocokan ini.

Antigen Er ditemukan bertahun-tahun yang lalu, tetapi penelitian ini adalah yang pertama untuk menggambarkan mutasi antigen yang berbeda.

Ini termasuk dua versi antigen yang sebelumnya tidak diketahui.

"Menemukan sistem golongan darah baru seperti menemukan planet baru. Ini memperbesar lanskap realitas kita," kata Daniela Hermelin, dari Fakultas Kedokteran Universitas Saint Louis, kepada WIRED.

Meski begitu, Hermelin sendiri tidak terlibat dalam penelitian ini.

Menurut Hermelin, perbedaan dalam kompatibilitas kelompok Er mungkin jarang terjadi, tetapi penting bagi dokter dan perawat untuk memperhatikan jika mereka mengalami kesulitan mendiagnosis pasien mereka.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved