Senin, 20 April 2026

Sumanto Si Kanibal yang Dulu Bikin Heboh Sekarang Mendadak Murung

Kini, Sumanto sudah jauh berubah setelah menjalani masa hukuman di penjara karena kasus pembunuhan dan kanibalisasi. Namun kabra terbaru....

Editor: fitriadi
Capture video via Tribunnews.com
Sumanto asal Purbalingga yang dulu pernah bikin heboh karena membunuh orang dan memakan dagingnya. 

Namun, banyak masyarakat Indonesia yang tidak percaya dan menyematkan gelar kanibal kepada Sumanto.

Setelah aksinya terbongkar, majelis hakim sempat gamang karena tidak ada satupun pasal yang mengatur tentang tindak kanibalisme.

Akhirnya Sumanto hanya didakwa dengan pasal tentang pencurian dan dipidana lima tahun penjara.

Baca juga: Kisah Rini Wulandari, Guru yang Dinikahi Murid dengan Usia 20 Tahun Lebih Muda, Keluarga Terperanjat

Setelah menjalani masa hukuman selama tiga tahun, Sumanto mendapat beberapa kali remisi hingga akhirnya dibebaskan pada tahun 2006.

Namun sekeluarnya dari jeruji besi, Sumanto justru ditolak oleh warga Desa Pelumutan, Kecamatan Kemangkon.

Warga kampung mengaku masih paranoid dengan sosok Sumanto.

Warga khawatir dia akan mengulangi aksinya. Alhasil Sumato gagal pulang ke kampung halamannya.

Sumanto akhirnya ditampung KH Supono Mustajab di Yayasan Annur panti rehabilitasi dan klinik jiwa, Desa Bungkanel, Kecamatan Karanganyar, Purbalingga.

Bersama Mbah Pono, sapaan akrabnya, Sumanto dirawat selayaknya anak dan murid. Ilmu hitam yang Sumanto pelajari, sedikit demi sedikit digantikan dengan ilmu agama.

Sumanto acap kali diajak Mbah Pono mengisi pengajian hingga terlibat dalam aksi sosial.

Bahkan di kompleks panti rehabilitasi Bungkanel, Sumanto sudah kembali bergaul dengan masyarakat setempat.

Namun Mbah Pono yang selama ini menjadi sosok yang paling dekat dengan Sumanto telah wafat pada tahun 2020.

Baca juga: Siswa Kesurupan Massal di SMKN 1 Pangkalpinang, Ustaz Abdul Somad Sarankan Baca Ayat Ini Biar Sembuh

Panti rehabilitasi Bungkanel yang sebelumnya diasuh sendiri oleh Mbah Pono digantikan oleh pengasuh baru, Singgih Prakoso.

Kepada wartawan, Singgih mengatakan, sejak kepergian Mbah Pono, Sumanto lebih sering murung.

"Ada sedikit kendala di kita, karena meninggalnya almarhum, Sumanto belum bisa menerima dan percaya. Masih sering ditanyakan, 'kok mbaeh jarang meng ngisor?' (kok Mbah Pono jarang ke bawah?),” katanya, Minggu (23/10/2022).

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved