Jumat, 10 April 2026

Berita Pangkalpinang

Dinas Pendidikan Babel Imbau Sekolah Tidak Memberatkan Belajar Siswa

Program penguatan mental dilaksanakan oleh sekolah masing-masing melalui dana bos yang bersumber baik itu dari APBD maupun APBN.

bangkapos.com
Plt Kepala Dinas Pendidikan, Provinsi Bangka Belitung, Ervawi. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung memastikan institusi pendidikan khususnya sekolah sangat berperan penting terhadap penguatan mental siswa dan remaja.

Kepala Dinas Pendidikan Bangka Belitung, Ervawi mengungkapkan, setiap sekolah memiliki fasilitas sebagai penguatan mental dan karakter remaja.

Beberapa diantaranya, peran serta dari guru Bimbingan Konseling (BK) yang memahami karakter remaja di sekolah. Guru BK dapat memfasilitasi remaja baik itu secara fisik maupun moral.

"Guru BK ini merupakan guru yang dapat menggali potensi siswa secara keseluruhan untuk berkembang, dalam posisi berkembang ini dia harus mampu menata dirinya baik secara akademik maupun non akademik," ucap Ervawi kepada Bangkapos.com Kamis (27/10/2022) siang.

Lebih lanjut, kata Ervawi penguatan mental siswa dapat dilaksanakan melalui kegiatan non akademik. Non akademik ini merupakan kegiatan di luar pembelajaran seperti olahraga, ekstrakulikuler, seni dan lainnya yang juga berperan menguatkan mental siswa.

"Penguatan mental ini ada beberapa kegiatan yang diusung kepala sekolah untuk penataan mental misalnya mental kebangsaan kita sudah mengimbau kepada sekolah pagi-pagi memutar lagu kebangsaan, kemudian sebelum belajar dari segi spiritual, siswa mendengarkan pengajian setiap pagi dan ada juga kegiatan rohis, dan masih banyak lagi," bebernya.

Di samping itu, Ervawi melanjutkan, para remaja di bawah guru pembimbing dapat diberi pembinaan dan ada juga ada tutor sebaya sehingga saling menguatkan antar satu sama lain.

Ervawi menambahkan dalam hal ini Dinas Pendidikan berperan sebagai support dan memberi penguatan melalui regulasi dan surat edaran yang diberikan agar sekolah dapat melaksanakan kegiatan intrakulikuler, kokuliker, dan ekstrakulikuler.

Sehingga teknis program penguatan mental dilaksanakan oleh sekolah masing-masing melalui dana bos yang bersumber baik itu dari APBD maupun APBN.

"Mereka melakukan kegiatan misalnya seperti Osis, dan diberi kegiatan yang menunjang arah mental," ucapnya.

Dinas Pendidikan Provinsi Babel dikatakannya hanya memberikan juknis pelaksanaan kegiatan kesiswaan, khususnya pemberdayaan mental harus lebih besar di samping mutu proses pembelajaran sehingga anak bisa berprestasi.

"Misalnya melalui kegiatan kemandirian melalui pramuka, disiplin Paskibraka, dilaksanakan melalui kegiatan organisasi di sekolah," imbuhnya.

Akan Menata Jam Pelajaran Lebih Menyenangkan

Ervawi mengungkapkan ke depannya proses pembelajaran yang berlangsung dari pagi hingga sore hari akan ditata kembali agar suasana pembelajaran lebih menyenangkan.

"Kita ingin anak-anak ini sebetulnya memiliki mental sebagai pejuang artinya mental ke depan dapat menyelesaikan berbagai macam masalah," tegasnya.

Sumber: bangkapos.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved