Berita Pangkalpinang
Dinas Pendidikan Babel Imbau Sekolah Tidak Memberatkan Belajar Siswa
Program penguatan mental dilaksanakan oleh sekolah masing-masing melalui dana bos yang bersumber baik itu dari APBD maupun APBN.
Ia mengatakan, ketika proses awal pembelajaran, siswa diperkenankan untuk belajar hal berat, namun jika telah memasuki sore hari maka sekolah mesti memberikan mata pelajaran yang ringan saja khusunya ekstrakulikuler.
"Boleh lah awal-awal agak berat tapi setelah sore hari ringan saja seperti diskusi dan olahraga dan kegiatan yang sifatnya ekstrakulikuler," jelasnya.
Hal tersebut sebagai upaya, agar remaja lebih menikmati sehingga di sisi ilmu akademiknya dapat kemudian mentalnya pun dapat terasah.
Oleh karena itu, dirinya menghimbau, institusi pendidikan dapat mengatur secara fleksibel jam sekolah.
"Kalau yang sekolahnya sudah sampai sore tidak usah diberi tugas yang begitu berat," harapnya.
Diberitakan sebelumnya, sebanyak 2,45 juta remaja di Indonesia mengalami gangguan mental.
Hal tersebut berdasarkan hasil riset Universitas Gajah Mada (UGM) bersama University of Queensland di Australia dan Johns Hopkins Bloomberg School of Public Health di Amerika Serikat.
(Bangkapos.com/Akhmad Rifqi Ramadhani)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20220118-plt-kepala-dinas-pendidikan-provinsi-bangka-belitung-ervawi.jpg)