Sabtu, 30 Mei 2026

2050 Pangkalpinang Terancam Tenggelam, Ini Penyebabnya

Kota Pangkalpinang diprediksi tenggelam di tahun 2050. Kondisi serupa hampir terjadi di 112 kabupaten kota di Indonesia.

Tayang:
Penulis: Teddy Malaka CC | Editor: Teddy Malaka
BANGKA POS
Warga berada di kawasan Pantai Pasir Padi, Kota Pangkalpinang 

Pada musim hujan masyarakat yang tinggal di kawasan rawan banjir di Kota Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung selalu waspada karena rentan terjadi genangan air yang  merendam pemukiman. 

Apalagi ketika hujan deras disertai air laut pasang bisa mengakibatkan terjadinya banjir rob. 

Permasalahan banjir ini tentu saja masih menjadi pekerjaan rumah (PR) bagi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Pangkalpinang. 

Diakui Wali Kota Pangkalpinang, Maulan Aklil  permasalahan banjir masih menjadi pekerjaan rumah bagi dirinya. 

Terlebih pada musim penghujan dan akhir tahun.

Di mana untuk mengatasi hal ini berbagai upaya terus dilakukan oleh Pemerintah Kota Pangkalpinang untuk mengatasi masalah banjir ini.

“Satu masalah (yang saat ini) masih ada di Kota Pangkalpinang adalah banjir,” kata Maulan kepada Bangkapos.com, Selasa (8/11/2022).

Menurutnya, permasalahan banjir ini memang sudah menjadi skala prioritas untuk segera ditangani.

Bahkan untuk mengatasi permasalahan tersebut selalu dialokasikan dana di dalam anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) setiap tahunnya.

Namun meski sudah menjadi skala prioritas, dirinya tidak berani menjanjikan kepada masyarakat dapat menyelesaikan banjir secara penuh.

Bahkan jika diminta menghilangkan banjir secara sekaligus dirinya angkat tangan.

“Jadi saya tidak berani secara full 100 persen (Dapat) menyelesaikan banjir, karena kami juga ada keterbatasan, jadi tidak bisa,”  ungkap Molen sapaan akrab Maulan Aklil.

Di sisi lain, terkait permasalahan banjir dan genangan air di sejumlah wilayah ketika hujan deras disertai pasang air laut ini tak lepas dari kondisi secara morfologi.

Pasalnya Kota Pangkalpinang daerahnya berbentuk cekung seperti kuali, yang mana bagian pusat kota berada di daerah rendah.

Hal ini pula tentunya membuat penanganan banjir di Kota Pangkalpinang semakin rumit. Oleh karenanya, beberapa titik langganan banjir seperti Kelurahan Rejosari, Kelurahan Opas Indah, Kelurahan Gedung Nasional, Kelurahan Rawa Bangun, Kelurahan Lontong Pancur, Kelurahan Bintang, Kelurahan Parit Lalang, Kelurahan Keramat, Kelurahan Air Kepala Tujuh, hingga Kelurahan Selindung tidak bisa dihindari.

Sumber: bangkapos.com
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved