Selasa, 2 Juni 2026

2050 Pangkalpinang Terancam Tenggelam, Ini Penyebabnya

Kota Pangkalpinang diprediksi tenggelam di tahun 2050. Kondisi serupa hampir terjadi di 112 kabupaten kota di Indonesia.

Tayang:
Penulis: Teddy Malaka CC | Editor: Teddy Malaka
BANGKA POS
Warga berada di kawasan Pantai Pasir Padi, Kota Pangkalpinang 

“Karena kita ini Kota Pangkalpinang seperti kuali, ada titik-titik yang tidak bisa kita hindari. Jadi kalau hujan lebat, air pasang naik dak pacak ngapalah (tidak bisa apa-apa-red) kita,” urainya.

Namun pihaknya sendiri memang tidak tinggal diam untuk mengatasi banjir. 

Sejumlah proyek sudah mulai dikerjakan untuk mengurangi banjir di Kota Pangkalpinang. 

Mulai dari melakukan normalisasi sungai, kali, hingga saluran air yang ada di kawasan padat penduduk.

Terutama saluran air yang ada di kawasan Jalan Abdullah Addari, Jalan KH Abdurrahman Siddik hingga Jalan Jenderal Sudirman.

Pihaknya telah membangun box culvert untuk meningkatkan volume drainase. 

Tidak hanya itu, pemerintah kota juga membangun pedestrian di kawasan itu, supaya tak terkesan kumuh.

Pembangunan kolam retensi bukit Nyatoh atau Linggarjati Hulu senilai Rp2,5 miliar juga terus dikejar. 

Kolam retensi tersebut untuk menampung air dari kawasan Kelurahan Bukit Lama dan Bukit Tani.

Di Kawasan Gudang Padi dan Pasar akan dibangun kolam retensi.

Di mana untuk kolam retensi di kawasan Gudang Padi akan mampu menampung sebanyak 87.400 meter kubik air.

Sedangkan di Pasar Ikan sebanyak 49.160 meter kubik air.

Selain itu menganggarkan dana untuk pengadaan satu unit mobile pump atau mesin sedot air pada APBD perubahan tahun 2022.

Di mana saat ini pihaknya telah memiliki satu mobile pump. 

Mesin itu akan disiagakan di dua daerah yakni Kelurahan Gedung Nasional dan Kelurahan Opas Indah.

Sumber: bangkapos.com
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved