Berita Bangka Tengah
Hipertensi dan Kena Stroke, Tika Tak Mampu Berbicara dan Hanya Terbaring Lemas di Kasur Rumah Sakit
Kata dia, sebelum di diagnosa dokter mengidap stroke, tensi darah ibunya tersebut memang terbilang tinggi dan diketahui juga mengidap kolestrol
Penulis: Arya Bima Mahendra | Editor: Iwan Satriawan
BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Seorang lansia, Tika (57) hanya bisa terbaring lemas di kasur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bangka Tengah, Koba, Jumat (11/11/2022) pagi.
Sebuah selang bening tampak terpasang di hidungnya. Beberapa balutan perban melingkar di pergelangan tangan kirinya yang saat itu sedang diinfus.
Dirinya hanya bisa terbaring lesu beberapa hari terakhir ini karena kondisi tubuh yang tiba-tiba drop hingga untuk berbicara pun dirinya tak mampu.
Beberapa kali anak dan menantunya coba memanggil ibunya itu, akan tetapi sang ibu tak bisa menjawab dan hanya merespon dengan membuka mata.
Sesekali Tika terlihat mencoba menggerakkan tubuhnya untuk sekedar menghadap arah lain ataupun bangkit duduk.
Akan tetapi tubuhnya lemas, sehingga perlu dibantu oleh anak dan menantunya.
Dian (32), anak kandung Tika mengatakan bahwa belakangan dirinya baru mengetahui kalau ibunya tersebut mengidap penyakit stroke.
"Udah sekitar enam hari terakhir ini drop dan sebelumnya hanya dirawat di rumah. Tapi karena kelihatan enggak membaik, jadi hari Rabu kemarin kami bawa ke rumah sakit," ucap Dian.
Kata dia, sebelum di diagnosa dokter mengidap stroke, tensi darah ibunya tersebut memang terbilang tinggi dan diketahui juga mengidap kolestrol.
"Kalau tensi tinggi ini memang udah lama kami taunya, tapi kalau kolestrol kami juga baru tau," jelasnya.
Meski demikian, saat ini kondisi ibunya itu sudah perlahan-lahan membaik sehingga sudah diperbolehkan pulang untuk menjalani perawatan di rumah.
Sekedar informasi, diberitakan Bangkapos.com sebelumnya, tekanan darah tinggi atau hipertensi memang bisa memicu terjadinya kolestrol dan stroke.
Hal itu diungkapkan oleh Sub Koordinator Pelayanan Kesehatan Primer di Dinas Kesehatan Bangka Tengah, Nila Kusuma.
Dia berkata, dalam kondisi terparahnya, penyakit hipertensi bisa menyebabkan kematian.
"Biasanya kalau udah darah tinggi (hipertensi-red), ujung-ujungnya kolestrol akan naik dan asam urat. Ada juga yang sampaikan menimbulkan gejala stroke dan penyakit jantung. Kalau sudah begitu, resiko kematiannya pun menjadi besar," ungkapnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/11112022lansia.jpg)