Selasa, 28 April 2026

Berita Pangkalpinang

Pernikahan Dini di Babel Tertinggi Nomor Lima Nasional, BKKBN Sebut Rentan Perceraian dan Stunting

Bahkan pada tahun 2020 lalu, angka pernikahan dini di Bangka Belitung tertinggi pertama secara nasional

Penulis: Cici Nasya Nita | Editor: Iwan Satriawan
Bangkapos.com/Cici Nasya Nita
Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bangka Belitung, Fazar Supriadi 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Pernikahan dini menjadi perhatian pemerintah provinsi Bangka Belitung untuk diatasi.

Pasalnya data terakhir 2021, angka pernikahan dini di Bangka Belitung tertinggi nomor lima secara nasional.

Bahkan pada tahun 2020 lalu, angka pernikahan dini di Bangka Belitung tertinggi pertama secara nasional.

Apabila secara statistik, berdasarkan data BPS yang telah dirilis, angka pernikahan dini pada tahun 2021 sebesar 14,05 persen, menurun bila dibandingkan tahun 2020 sebesar 18,76 persen.

Berdasarkan data konsolodisasi yang diterima Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Bangka Belitung (Babel), ada 779 orang yang usia 0-18 tahun melakukan pernikahan dini sepanjang Tahun 2021. 

Rinciannya 89 orang berjenis kelamin laki-laki dan 690 berjenis kelamin wanita.

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bangka Belitung, Fazar Supriadi membeberkan dampak buruk dari pernikahan dini.

Secara umum akan berdampak kepada stunting, tinggi angka perceraian dan menurunkan kualitas sumber daya manusia (SDM).

"Dampaknya banyak tentunya, seperti stunting, yang angkanya terus kita tekan. 

Stunting ini gangguan pertumbuhan anak seperti tinggi badan rendah dari standart usia," ujar Fazar, Rabu (16/11/2022).

Dia mengatakan stunting , dampak dari pernikahan dini ini karena orangtua usia dini belum siap secara reproduksi dan pemahaman saat hamil.

"Kalau sudah nikah, anak-anak itu tidak sekolah lagi, taraf pendidikan rendah, akan berpengaruh ke kualitas sumber daya manusia kita juga," katanya.

Tak hanya itu, dia mengatakan pernikahan dini akan rentan terjadi perceraian sebab mental belum matang.

"Perceraian pasti tinggi, orang nikah muda kan belum siap, secara fisik, mental dan ekonomi. Orang yang sudah berusia saja masih sering bertengkar soal ekonomi, apalagi yang belum siap," katanya.

Ditegaskan Fazar, usia ideal menikah yakni untuk perempuan 21 tahun dan pria 25 tahun.

Sumber: bangkapos.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved