Berita Pangkalpinang
Kejar Target Net Zero Emission, PT Timah Tbk Jalankan Pilar Ekonomi Sirkular Bersama Grup MIND ID
Holding Industri Pertambangan Indonesia (MIND ID) berkomitmen untuk mewujudkan net zero emission (NZE) melalui pendekatan ekonomi sirkular.
Penulis: Andini Dwi Hasanah | Editor: nurhayati
BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Holding Industri Pertambangan Indonesia (MIND ID) berkomitmen untuk mewujudkan net zero emission (NZE) melalui pendekatan ekonomi sirkular (Circular Economy).
Pendekatan ini mendorong perusahaan untuk mengoptimalkan produksi dan mengurangi risiko bahaya, meminimalkan dampak lingkungan dan sosial, dan mengeksplorasi lebih banyak nilai tambah di seluruh rantai nilai.
Grup MIND ID menetapkan target penurunan emisi sebesar 1 persen pada tahun 2022.
Baca juga: Keberadaan Satgas Tambang Antara Ada dan Tiada, DPRD Babel Pertanyakan Masih Dibutuhkan atau Tidak
Baca juga: Kisah Pria Tua Sopir Bandara Kurang Pendengaran, Mau Bantu Gratis Malah Ditusuk Penumpang yang Panik
ini merupakan representasi upaya perusahaan menurunkan emisi dari sektor energi dan Industrial Process and Product Uses (IPPU) sebesar 15.8 persen pada 2030 dan mendukung aspirasi net zero Pemerintah Indonesia Tahun 2060.
"Konsep pendekatan sirkular ekonomi Grup MIND ID diterjemahkan menjadi tiga pilar dekarbonisasi yakni Avoid, Reduce, dan Mitigate," kata Direktur Utama MIND ID, Hendi Prio Santoso pada Panel SOE Commitment on Net Zero Emission, G20 SOE International Conference Bali dalam rilis kepada Bangkapos.com, Selasa (22/11/2022).
Pilar Avoid menegaskan komitmen Grup MIND ID untuk menyediakan, berinvestasi, dan meningkatkan solusi energi rendah karbon di seluruh rantai nilai.
Pilar Reduce menegaskan perusahaan untuk membatasi emisi sebanyak mungkin, dan Mitigate menegaskan Grup MIND ID akan melakukan capturing dan offsetting emisi.
Untuk itu anggota MIND ID, PT Timah Tbk juga melakukan upaya yang selaras dengan Grup MIND ID dalam rangka mewujudkan net zero emission dengan pendekatan ekonomi sirkular.
Sekretaris Perusahaan PT Timah Tbk, Abdullah Umar menjelaskan dalam pilar Avoid PT Timah Tbk telah melakukan investasi peralatan untuk melakukan perubahan energi ke energi terbarukan.
"Salah satu bentuk yang dilakukan yakni pemasangan PLTS on the grid tp roof berkapasitas 10 KWP di area bekas pasca tambang Kampoeng Reklamasi Air Jangkang untuk operasional listrik di kawasan tersebut. PLTS ini merupakan energi terbarukan menggantikan listrik yang menggunakan bahan bakar," kata Abdullah.
Sedangkan dalam pilar reduce, PT Timah Tbk juga telah melakukan PT Timah Tbk juga melakukan switch bahan bakar HSD dengan biofuel (B30), penggantian bahan bakar ini diimplementasikan peralatan produksi yakni kapal isap produksi dan kapal keruk.
Baca juga: Warga Menjerit dan Menangis Histeris, Gempa Cianjur 162 Korban Jiwa
Baca juga: 103 Orang Pelamar PPPK Guru di Pangkalpinang Lulus Seleksi Administrasi
PT Timah Tbk juga telah melakukan perubahan PLNisasi untuk kebutuhan listrik di Kantor dan operasional dari sebelumnya menggunakan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel. TINS juga mulai menggunakan lampu LED.
Dalam Pilar Mitigate PT Timah Tbk melaksanakan carbon offset yang diintegrasikan dengan program reklamasi yang dilakukan perusahaan, yakni dengan melakukan penanaman pohon akasia, sengon, ketapang, dan buah-buahan.
"PT Timah Tbk berkomitmen untuk mendukung pemerintah dalam mewujudkan net zero emission dan hal ini diselaraskan dengan program besar MIND ID yakni dengan melaksanakan pendekatan ekonomi sirkular," ungkapnya.
(Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20221113-kampong-reklamasi-1.jpg)