Senin, 20 April 2026

Momen Ferdy Sambo Keceplosan Sebut Tembak Punggung Brigadir J

Mantan Kadiv Propam Prolri Ferdy Sambo sempat keceplosan menyebut dirinya ikut menembak Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J.

Editor: fitriadi
Tangkapan Layar YouTube KOMPASTV
Gestur Ferdy Sambo saat diperlihatkan barang bukti berupa senjata dalam sidang kasus Brigadir J di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (7/12/2022). Mantan Kadiv Propam Prolri Ferdy Sambo sempat keceplosan menyebut dirinya ikut menembak Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J. 

"Saya melihat beliau (Ferdy Sambo) menembak ke arah Yosua (Brigadir J) yang mulia," sambung Bharada Eliezer.

Selain itu, Bharada Eliezer mengatakan bahwa Ferdy Sambo tidak pernah memintanya untuk mem-back up suami Putri Candrawathi itu.

"Pada saat di lantai 3 di rumah Saguling, tidak ada kata-kata dari beliau yang menanyakan kepada saya yakni apakah kamu siap mem-backup saya ataupun menanyakan kepada saya, kamu siap kan nembak kalau Yoshua melawan ? itu tidak benar."

"Yang benar adalah pada saat itu beliau memerintahkan saya untuk menembak Yoshua dan setelah itu dia juga menceritakan kepada saya tentang skenario yang akan nanti akan dijalankan," jelas Bharada Eliezer.

Merespon pernyataan Bharada Eliezer ini, Ketua Majelis Hakim Wahyu Iman Santoso turut menanyai Ferdy Sambo.

Ketua Majelis Hakim meminta kejujuran Ferdi sambo soal apakah dirinya ikut menembak Yosua atau tidak.

Ferdy Sambo mengaku tidak ikut menembak Yosua dan hanya mengetahui Richard Eliezer menembak sebanyak lia kali ke arah Brigadir J.

"Saya sudah jawab di awal, saya tidak ikut nembak," kata Ferdy Sambo kepada Majelis Hakim.

Padahal hasil autopsi yang menyebut ada tujuh bekas tembakan.

"Ini hasil pemeriksaan sementara dari otopsi ini ada tujuh luka tembak masuk pada tubuh dan enam luka tembak keluar, jadi pelurunya keluar."

"Kalau saudara katakan lima terus yang dua siapa yang nembak," kata Majelis Hakim.

Adapun Ferdy Sambo menjawab bahwa dirinya tidak tahu.

"Saya tidak tahu," kata Ferdy Sambo.

Ferdy Sambo mengaku panik setelah Brigadir J ditembak oleh Richard Eliezer.

Menurut pengakuannya, Ferdy Sambo kemudian meminta ajudannya untuk memanggil ambulans.

Pada saat itu, kata Ferdy Sambo, pihaknya masih berupaya menyelamatkan Brigadir J.

Kepada hakim, ia berpikir saat itu Brigadir J masih bisa dilarikan ke rumah sakit.

Pengakuan ini disampaikan Sambo saat dihadirkan sebagai saksi kasus pembunuhan Brigadir J untuk terdakwa Bharada E, Ricky Rizal, dan Kuat Ma’ruf.

Sumber: Tribunnews.com

Sumber: Tribunnews
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved