Sabtu, 2 Mei 2026

Tribunners

Tawuran Bukan Ajang untuk Mencari Identitas Diri

Identitas diri yang dicari remaja perlu mendapat pengarahan dan bimbingan yang benar, serta dukungan sosial yang cukup dari lingkungan sosialnya

Tayang:
Editor: suhendri
ISTIMEWA
Tiko Pajri - Mahasiswa Magister Manajemen Universitas Bangka Belitung 

Minuman keras, narkoba, dan perkelahian bukan sekadar eksperimentasi, melainkan juga menjadi semacam metode simbolis untuk bisa diterima oleh kelompok-kelompok yang ada. Tanpa kelompok-kelompok itu, mereka akan mengalami perasaan kesepian yang mendalam karena terasingkan baik oleh kelompok manusia dewasa maupun seusia mereka.

Menurut Erik H Erikson (1989), seorang ahli dalam psikologi perkembangan berpendapat bahwa dalam rangka pencarian identitas diri, remaja sering terobsesi oleh simbol-simbol status yang populer di masyarakat luas seperti bergabung dalam kelompok tertentu. Hal ini dilakukan remaja karena ingin menunjukkan kepada orang lain, khususnya orang dewasa bahwa remaja memiliki status yang lebih tinggi, lebih dianggap, bahkan lebih populer dari orang lain atau kelompok sebayanya.

Di sinilah ruang di mana remaja dapat diterima sekaligus diakui oleh komunitas masyarakat di sekitarnya. Namun, ruang baru yang mereka huni tersebut terkadang menuntut hadirnya kultur solidaritas, bahkan dapat menyimpang menjadi sebuah sikap fanatisme dan vandalisme. Situasi inilah yang dapat memberikan tekanan pada remaja sehingga ketika mereka tidak dapat beradaptasi dengan baik, mereka akan terpancing jika terjadi masalah-masalah kecil seperti sebuah pertandingan atau nongkrong yang berakhir kerusuhan.

Pencarian identitas diri remaja ini sebenarnya juga bertujuan untuk mendapatkan pengakuan akan keberadaannya. Sebagaimana yang dikatakan Abraham Maslow dalam teori motivasinya menyebutkan bahwa salah satu motivasi tindakan manusia adalah untuk memperoleh pengakuan eksistensial dari sesamanya.

Identitas diri yang dicari remaja perlu mendapat pengarahan dan bimbingan yang benar, serta dukungan sosial yang cukup dari lingkungan sosialnya. Jika hal ini terpenuhi, maka pencarian identitas diri akan berlangsung baik. Akan tetapi sebaliknya, jika tidak maka remaja akan mencari identitas diri sesuai dengan standar yang berkembang di kalangan teman sebayanya. (*)

Sumber: bangkapos
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved