Senin, 4 Mei 2026

Berita Pangkalpinang

Tahun Ini, Babel Bakal Dapat 10 Ribu Lagi Vaksin PMK, Sapi Bakal Disuntik Setiap Tahun Agar Kebal

Kita masih ada sisa dari yang tahun kemarin. Sekitar segituan lagi datang dari pusat (10 ribu-red), rencana segitu. Kalau

Tayang:
Penulis: Cici Nasya Nita | Editor: Iwan Satriawan
Ist/Dinas Pertanian Bateng
Para petugas dan dokter hewan Dinas Pertanian Kabupaten Bangka Tengah saat menyuntik vaksin PMK untuk sejumlah sapi yang ada di Kecamatan Koba dan Lubuk Besar, Sabtu (25/6/2022). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Sekira 10 ribu vaksin penyakit mulut dan kuku (PMK) akan dialokasikan untuk Bangka Belitung pada tahun 2023.

Pemerintah provinsi sudah melakukan pengajuan vaksin PMK sebanyak 1.603 untuk vaksin pertama, 2.068 untuk vaksin kedua dan 10.325 untuk vaksin booster.

Hal ini disampaikan Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Provinsi Bangka Belitung Drh Judnaidy, Kamis (12/1/2023).

Dia menyebutkan sapi yang sudah divaksin dosis satu dan kedua, akan terus disuntik vaksin setiap tahun sebanyak satu kali lagi.

"Kita masih ada sisa dari yang tahun kemarin. Sekitar segituan lagi datang dari pusat (10 ribu-red), rencana segitu. Kalau yang belum vaksin kita akan melakukan percepatan. Jadi setelah vaksin pertama, tunggu 30-60 hari kita vaksin kedua, lalu setelah itu setiap tahun sekali," ujar Drh Judnaidy.

Dia menekannya penting sekali setiap sapi dilakukan vaksinasi setiap tahun untuk tetap menjaga kekebalan tubuhnya.

"Begitu lama mau turun kan kekebalannya, ketika kekebalan mau turun jadi ditembak lagi kekebalannya, jadi meningkat lagi," katanya.

Kasus PMK pada dua bulan terakhir zero kasus atau tidak ada kasus, ini juga menjadi bukti bakwa cakupan vaksinasi PMK di Babel sudah baik.

Realisasi vaksinasi dosis pertama sudah 59,72 persen dan dosis kedua sudah 50,91 persen, berdasarkan data tanggal 8 Januari 2023.

"Tercapai zero kasus itu karena cakupan kita memang 60 persen, tapi kalau dari analisa kita, tahun ini ada sensus ternak maka jumlah akan tahu. Tapi sekarang masih pakai data statistik yang 60 persen, tapi informasi dari kawan-kawan di lapangan sudah susah nyari sapi, mungkin sisa tinggal 10 persen. Jadi menurut saya di lapangan sudah 80 persen artinya kekebalan kelompok sudah tercapai," katanya.

(Bangkapos.com/Cici Nasya Nita)

Sumber: bangkapos.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved