Horizzon
Oase di Tengah 'Menuanya' Pers Indonesia
Dua dasawarsa telah berlalu dan tantangan pers saat ini justru kebebasannya yang berlebihan.
Datang di HPN ingin sekadar bertemu dengan jurnalis lain se-Indonesia kemudian berbagi cerita soal masa lalu tentang kehebatan profesi. Boleh jadi kawan-kawan yang datang adalah mereka yang ingin sekadar mengumbar glorifikasi barang sehari lantaran hari-hari mereka tak pernah lepas dari kekhawatiran akan ketidakpastian masa depan profesi yang telah 'menjebaknya.'
Rasanya, frasa-frasa di atas tidaklah berlebihan. Sebab belum sepekan berlalu, kemeriahan HPN juga langsung meredup dan seolah-olah tak memberikan sisa apa pun.
Selepas gegap genpita HPN, kita harus kembali berkutat untuk sekuat tenaga menjaga keberlangsungan profesi yang tak bisa dilepaskan dari industrialisasi media.
Lalu bagaimana dengan ideologi profesi yang terus-menerus luntur? Ini adalah PR bersama yang mesti kita kerjakan yang barangkali sama sekali tidak berkaitan dengan HPN itu sendiri. Dirgahayu Pers Indonesia! (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20220913-IBNU-TAUFIK-Jr-Pimred-BANGKA-POS-GRUP-1.jpg)