Senin, 18 Mei 2026

Berita Pangkalpinang

Hari Pertama Uji Coba Beli BBM Subsidi Pakai QR Code di Bangka Belitung, Ada yang Mengeluh

Berdasarkan informasi yang dihimpun Bangkapos.com, terdapat keluhan masyarakat di hari pertama uji coba pembelian BBM Subsidi dengan QR Code

Tayang: | Diperbarui:
Bangkapos.com/Sepri Sumartono
Suasana pembelian BBM bersubsidi di hari pertama uji coba penggunaan kode QR di salah satu SPBU di Kecamatan Manggar pada pukul 10.00 WIB, Selasa (21/2/2023) 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Seluruh SPBU Pertamina di Bangka Belitung melakukan uji coba transaksi BBM subsidi menggunakan QR Code mulai Selasa, (21/2/2023). 

Dikutip Bangkapos.com dari website mypertamina.id, terdapat 79 Kota/Kabupaten di Indonesia yang dijadwalkan menerapkan uji coba pada hari ini, termasuk 1 kota dan 6 kabupaten di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Uji coba full cycle subsidi tepat diterapkan pada dua jenis produk bahan bakar minyak (BBM) yaitu bio solar dan pertalite bersubsidi.

Lantas bagaimana hari pertama uji coba penerapan beli BBM subsidi menggunakan QR Code di Bangka Belitung?

Berdasarkan informasi yang dihimpun Bangkapos.com, terdapat keluhan masyarakat di hari pertama uji coba ini.

Pantauan Bangkapos.com di SPBU Kampung Dul, Pangkalanbaru, banyak warga yang justru baru melakukan pendaftaran.

Seperti yang dilakukan Edi, pemilik kendaraan jenis truk, baru mendaftar setelah uji coba diberlakukan.

Belasan warga memadati tenda Pendaftaran Subsidi Tepat yang berada di SPBU Kampung Dul, Pangkalanbaru, Selasa (21/2/2023).
Belasan warga memadati tenda Pendaftaran Subsidi Tepat yang berada di SPBU Kampung Dul, Pangkalanbaru, Selasa (21/2/2023). (Bangkapos.com/Rifqi Nugroho)

"Ini baru mau daftar, tadi waktu mau isi BBM petugas baru bilang harus pakai QR Code. Kalau tidak pakai QR Code itu pembelian solar subsidi hanya dibatasi 10 liter," ungkap Edi kepada Bangkapos.com, Selasa (21/2/2023).

Edi juga menyampaikan, meski sudah membaca informasi dari media sosial pelaksanaan program ini, tetapi pelaksanaan pada hari ini membuatnya cukup terkejut.

"Kami memang setiap pagi biasa isi bahan bakar dulu sebelum perjalanan ke luar kota. Tapi hari ini kata petugas pengisian sudah dibatasi. Padahal perjalanan jauh, 10 liter solar kurang lah," keluh Edi.

Selanjutnya Edi juga mengeluhkan kurangnya petugas yang memberikan informasi pada tenda pendaftaran subsidi tepat yang ada di SPBU, sehingga membuat banyak warga merasa kurang paham mengenai tata cara pendaftaran pada aplikasi tersebut.

"Petugas cuma satu orang, padahal kami banyak yang bingung mengisinya bagaimana. Kalau ada dua atau tiga orang pasti lebih mudah ketika memberikan informasi," tutur Edi.

Belasan warga memadati tenda Pendaftaran Subsidi Tepat yang berada di SPBU Kampung Dul, Pangkalanbaru, Selasa (21/2/2023).
Belasan warga memadati tenda Pendaftaran Subsidi Tepat yang berada di SPBU Kampung Dul, Pangkalanbaru, Selasa (21/2/2023). (Bangkapos.com/Rifqi Nugroho)

Tidak hanya itu, warga Kecamatan Girimaya ini juga mengeluh karena setelah melakukan pendaftaran, ternyata harus menunggu verifikasi lebih lanjut dari Pertamina.

"Sudah berhasil tadi isi semua, data diri, foto mobil segala macam. Tapi ternyata masih nunggu verifikasi, jadi belum bisa langsung digunakan," tandasnya.

Sementara petugas nozzle SPBU Kampung Dul, Cindy mengatakan sesuai program dari Pertamina jika tidak menggunakan QR Code maka ada pembatasan dalam pembelian BBM subsidi.

Sumber: bangkapos
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved