Rabu, 15 April 2026

Matahari Dalam Periode Sangat Aktif, Sejumlah Fenomena Ini Bakal Terjadi

Para ilmuwan pun khawatir adanya masalah pada bumi, apalagi saat ini manusia sangat bergantung pada jaringan listrik.

Editor: khamelia
Pixabay.com/geralt
Ilustrasi sinar matahari. 

Setelah itu, partikel dan energinya kembali dikeluarkan ke luar angkasa dan mengakibatkan pengaruh komunikasi dengan mengubah ionosfer.

Ionosfer merupakan lapisan partikel bermuatan di atmosfer bagian atas, dan terjadilah masalah pada perjalanan udara.

 "Cuaca luar angkasa dapat menghentikan penerbangan,"

"Administrasi Penerbangan Federal tidak akan mengizinkan penerbangan jika mereka tidak memiliki komunikasi radio dan satelit," kata profesor fisika ruang angkasa di University of Reading, Mathew Owens.

Adapun studi 2023 yang mengamati hal ini dengan catatan selama 22 tahun.

Pesawat akan dapat tertunda setidaknya selama 30 menit saat matahari berada dalam fase aktif.

Lantas, sinar dapat mengubah medan magnet di ionosfer yang dapat memengaruhi sinyal GPS.

Sehingga sinyal harus menembus lapisan tersebut untuk mencapai Bumi.

Pemadaman listrik

Saat terjadi badai geomagnetik, akan menciptakan arus di ionosfer yang mengacaukan muatan magnet ionosfer.

Diketahui, arus di atmosfer bagian atas ini akan berinteraksi dengan partikel di tanah dan menciptakan arus listrik yang kuat.

Hal itu dapat membanjiri infrastuktur di bumi, kondisi ini dapat memicu fenomena yang aneh atau langka.

Seperti pada tahun 1972, pilot militer AS yang terbang ke selatan pelabuhan Haiphong di Vietnam Utara melihat dua lusin ranjau laut meledak di air tanpa sebab yang jelas.

Fenomena tersebut di amati sebuah studi 2018 bahwa cuaca luar angkasa menyimpulkan bahwa ledakan itu adalah badai matahari yang sangat besar.

Ada pula saat arus membanjiri jaringan listrik, dapat meledakkan trafo.

Sumber: Tribunnews
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved