Bupati Bangka Tengah
Bupati Algafry Rahman DL ke Belanda, Begini Komentar Ketua DPRD Bangka Tengah
Bupati Bangka Tengah, Algafry Rahman dinas ke Belanda mengikuti kursus pembangunan ekonomi lokal berkelanjutan.
Penulis: Arya Bima Mahendra | Editor: Ardhina Trisila Sakti
BANGKAPOS.COM, BANGKA - Bupati Bangka Tengah, Algafry Rahman saat ini sedang Dinas Luar (DL) ke Belanda.
Bupati Bangka Tengah ke Belanda untuk mengikuti executive short course on sustainable local economic development atau semacam kegiatan kursus pembangunan ekonomi lokal berkelanjutan.
Keikutsertaan Algafry dalam kegiatan tersebut merupakan undangan langsung dari Kemendagri dan Apkasi (Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia).
Untuk sementara jalannya roda Pemerintahan Kabupaten Bangka Tengah dipimpin oleh Sekretaris Daerah.
Menyikapi hal tersebut, Ketua DPRD Bangka Tengah, Mehoa memberikan komentarnya. Menurut dia, kepala daerah memang memiliki ruang untuk peningkatan kapasitas ataupun studi komparasi.
"Memang ada ruang dan memang ada anggarannya," ucap Mehoa kepada Bangkapos.com, Senin (6/3/2023).
Kata dia, hal itu perlu diketahui bersama mengingat itu sudah ada panduan dan undang-undangnya yang tentunya untuk hal-hal positif.
"Walaupun kadang-kadang kegiatan seperti itu output dan targetnya belum bisa kelihatan dalam waktu dekat," terangnya.
Menurutnya seorang pemimpin harus memiliki wawasan yang luas sehingga perlu melihat dunia, seperti di luar daerah bahkan luar negeri.
Untuk itu dirinya berharap, sepulang dari benua Eropa tersebut, Bupati Bangka Tengah bisa membawa hal-hal positif ke daerah.
"Saya enggak tau pasti seperti apa kegiatannya, tapi secara umum saya berharap Bupati membawa konsep-konsep yang ada di sana (Belanda) untuk membangun Bangka Tengah," harap Mehoa.
Lebih lanjut, dia menyampaikan bahwa setiap pemimpin yang berpergian ke luar negeri sudah tentu harus mempertanggungjawabkan 'uang rakyat' (APBD) yang digunakan.
"Dalam hal ini saya profesional. Apalagi ini menggunakan uang rakyat, jadi ya boleh-boleh saja kalau ada yang bertanya, walaupun manfaatnya tidak kelihatan secara langsung eksplisitnya seperti apa," tuturnya.
Adapun beberapa kemungkinan manfaat yang dimaksud antara lain seperti ide-ide, gagasan atau bahkan kerjasama dalam bidang UMKM dan budaya.
"Beberapa produk UMKM Bangka Tengah sudah ada yang sampai ke luar negeri seperti ke Korea Selatan, Madrid, Rusia tapi belum sampai ke Belanda. Jadi ini mungkin bisa membuka peluang kerjasama," imbuhnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20022023algafry.jpg)