Tribunners
Ekonomi Babel dan Hilirisasi Timah
Ketika industri hilir penampung hasil tambang, terutama solder sudah siap dan memenuhi skala ekonomi, maka penghentian ekspor timah dapat dilakukan
Oleh: Ridho Ilahi - Fungsional Statistisi Badan Pusat Statistik
TAHUN 2023 memiliki banyak makna bagi perekonomian Bangka Belitung di tengah ketidakpastian ekonomi global. Dunia masih terus bergejolak dan belum muncul titik temu dari konflik Rusia dan Ukraina. Konflik ini membuat tekanan pada rantai pasok dunia sehingga mendorong kenaikan harga pangan dan energi yang berimbas ke seluruh negara termasuk Indonesia.
Di tahun 2022, Bank Dunia mencatat indeks harga dunia naik menjadi 152 (energi), 144 (makanan), dan 220 (pupuk) (2010=100). Peningkatan kasus Covid-19 di Tiongkok serta ketegangan antara US-Tiongkok menambah ketidakpastian masa depan ekonomi dunia. Dunia juga sedang dibayangi ancaman stagflasi, yakni terjadinya pelambatan ekonomi dan inflasi tinggi.
Kelebihan stimulus ekonomi di masa pandemi menyebabkan inflasi tinggi pada negara maju seperti Amerika, Inggris, negara Eropa, serta beberapa emerging markets. Yang terjadi adalah stimulus ini tidak dibarengi dengan kenaikan aktivitas produksi akibat disrupsi rantai pasok selama pandemi sehingga terjadi excess demand dalam pasar yang mengakibatkan inflasi (demand pull inflation). Saat dunia usaha merespons kenaikan permintaan melalui perekrutan karyawan dan penambahan bahan baku makin mendorong timbulnya inflasi (cost push inflation).
Kondisi ini diperparah dengan agresivitas US Federal Reserve dalam menaikkan suku bunga yang berdampak fatal terhadap pasar keuangan global. Beberapa negara harus menyesuaikan suku bunga acuan dalam negeri agar tidak terjadi capital outflow yang akan mendepresiasi mata uang mereka akibat kenaikan suku bunga di US. Bank Indonesia (BI) juga mengeluarkan kebijakan menaikkan suku bunga acuan dalam negeri secara hati-hati, terukur dan bertahap guna meminimalisasi depresiasi rupiah dan tingginya capital outflow.
Jika dilihat historisnya, BI baru menaikkan BI-7-day reverse repo rate (BI7DRR) sebesar 1,25 persen (atau 125 basis poin) dari 3,5 persen di bulan Juli 2022 menjadi 4,75 persen pada Oktober, dan kemudian naik menjadi 5,25 persen di November 2022. Diharapkan dengan kombinasi kenaikan ekspor sebagai output hilirisasi produk pertambangan dan kebijakan BI dapat menjaga stabilitas nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.
Indonesia masih dapat berdiri tegak dan mampu menghadapi tantangan ketidakpastian global dan juga gejolak di pasar keuangan melalui bauran kebijakan sektor fiskal dan moneter. Salah satunya lewat kebijakan stabilisasi harga yang diinisiasi oleh otoritas moneter, otoritas fiskal, dan TPID (tim pengendalian inflasi daerah). Hasilnya, inflasi Indonesia berada di level moderat dengan inflasi tertinggi pada September 2022 (5,95 persen) akibat kenaikan harga BBM dan berangsur turun hingga November 2022 mencapai 5,42 persen (BPS, 2022).
Sedikit lebih tinggi dari angka nasional, inflasi Babel November 2022 mencapai 5,45 persen akibat kenaikan indeks sebagian besar kelompok pengeluaran dengan peningkatan tertinggi terjadi pada kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran mencapai 7,47 persen. Ekonomi Babel pada triwulan III-2022 mengalami akselerasi 4,51 persen. Dari sisi produksi, sebagian besar lapangan usaha (LU) mampu tumbuh positif dengan pertumbuhan tertinggi pada LU transportasi dan pergudangan. Sementara itu dari sisi pengeluaran, komponen pembentukan modal tetap bruto (PMTB) mengalami pertumbuhan tertinggi.
Indeks pembangunan manusia (IPM) Babel tahun 2022 juga mencapai 72,24 dengan peningkatan terbesar pada dimensi umur panjang dan hidup sehat serta standar hidup layak. Begitu juga dengan tingkat pengangguran terbuka (TPT) Babel pada Agustus 2022 hanya 4,77 persen, turun 0,26 persen poin dibandingkan tahun sebelumnya. Akan tetapi, nilai ekspor timah Babel Oktober 2022 turun 51,34 persen dan ekspor nontimah naik 0,22 persen.
Apakah nasib ekonomi Babel di tahun 2023 akan sebaik di tahun 2022? Jika melihat kondisi tahun 2022, ekonomi Babel akan cukup resilien (tangguh) di tahun 2023. Apa saja yang bisa mendorong ekonomi Babel tetap tumbuh di tahun 2023?
Pertama, kekuatan konsumsi domestik dengan jumlah penduduk Babel sekitar 1,48 juta dan didominasi kelas menengah sehingga konsumsi domestik dapat menjadi mesin pertumbuhan ekonomi Babel di tengah lesunya ekonomi global. Kedua, kebijakan bantuan sosial bagi penduduk miskin dan rentan, mampu meningkatkan aktivitas konsumsi domestik.
Ketiga, dana desa mampu menjadi penggerak ekonomi lokal (Nurlatifah dkk, 2022). Keempat, pemilu serentak di tahun 2024 akan mengakselerasi pertumbuhan ekonomi 2023. Pesta demokrasi pada Februari 2024 memerlukan persiapan sejak 2023 sehingga akan banyak dana yang dikerahkan baik oleh pemerintah, kandidat presiden, calon legislatif pusat dan daerah, hingga calon anggota DPD.
Hilirisasi Timah
Sebagai tulang punggung ekonomi Babel, pemerintah saat ini sedang berusaha keras mencegah kebocoran pada bisnis timah. PT Timah (Persero) Tbk menderita kerugian Rp 2,5 triliun per tahun akibat penambangan ilegal oleh masyarakat (Kompas, 2022). Kebocoran bisnis timah serta dampak kerusakan lingkungan akibat tambang ilegal membuat mineral timah menjadi kritis.
Cadangan timah dunia terbesar pertama berada di Tiongkok sebesar 23 persen kemudian Indonesia sebesar 17 persen. Timah akan makin kritis karena diprediksi tahun 2046 timah Indonesia akan habis dan cadangan terbesar sekarang ini hanya ada di Bangka Belitung.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20220928_Ridho-Ilahi-Fungsional-Statistisi-Badan-Pusat-Statistik.jpg)