Berita Pangkalpinang
Populasi Sapi Potong di Bangka Belitung 17.819 Ekor, 21 Ekor Sapi Masih Terkonfirmasi Kasus PMK
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP), Provinsi Bangka Belitung mencatat ada sebanyak 17.819 populasi sapi potong yang saat ini tersedia.
Penulis: Sela Agustika | Editor: nurhayati
BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP), Provinsi Bangka Belitung (Babel) mencatat ada sebanyak 17.819 populasi sapi potong yang saat ini tersedia.
Dari total populasi sapi potong yang tersedia, Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP), Provinsi Bangka Belitung (Babel) drh Judnaidy mengungkapkan, dari total stok sapi potong tersebut, terdata ada 21 ekor sapi yang masih terkonfirmasi kasus penyakit mulut dan kuku (PMK).
Namun kata drh Judnaidy, perkembangan kasus PMK yang muncul tidak berkembang dan hanya berada di satu titik.
"Untuk yang terkonfirmask PMK memang masih terdata 21 ekor sapi tapi tidak berkembang, hanya dititik itu saja. Dan saat ini masih kita observasi dari mana dan kenapa masih muncul. Apakah memang dari tempat itu (ternak sapi-red), atau penyebab lainnya. karena dari kita beli tidak tidak ditemukan," ungkap Judnaidy kepada Bangkapos.com, Jumat (10/3/2023).
Baca juga: BREAKING NEWS ,Tim Inafis dan Dokter Autopsi Mayat Perempuan di RSUD Depati Hamzah Pangkalpinang
Baca juga: Pencarian Hari Ke-4 Hafiza Ditutup, Ditemukan Mayat Anak Perempuan Tanpa Organ Dalam di Kebun Sawit
Dia mengungkapkan, sampai saat ini lersedian stok sapi potong menjelang ramadan dan lebaran aman. Terlebih menjelang lebaran idul fitri, kebutuhan sapi potong yang lebih rendah dibandingkan idul adha.
Judnaidy memastikan sapi potong yang akan dipotong ini sudah di protek dan dipastikan aman, serta tidak membawa penyakit.
"Insya Allah stok sapi potong kita aman, kalau untuk idul fitri kurang lebih kebutuhan sapi potong kita berkisar 2.000 sapi, dan memang jika dibanding idul adha kebutuhan sapi idul fitri lebih sedikit. Dan ketika mendekati hari besar keagamaan ini, kita juga minta kawan-kawan Kabupaten/Kota untuk mendata kebutuhan sapi ini berapa, dan stok yang ada menjelang lebaran ini kita ada tambahan pemasukan khusus persiapan lebaran," ungkapnya.
Dalam memastikan kesehatan sapi, Judnaidy menuturkan, pihaknya rutin melakukan vaksinasi kepada hewan ternak yang ada. Bahkan saat ini dia menuturkan capaian vaksinasi ini sudah diatas 80 persen.
Baca juga: Istri Diancam Dibunuh, Suami di Pangkalpinang Ini Lakukan Pembelaan Hingga Nekat Habisi Adik Iparnya
"Sama dengan vaksin Covid-19, sapi juga kita lakukan vaksin. Dimana untuk vaksin pertama dilakukan dihari pertama, vaksin kedua setelah 30 hari kemudian dan tiap 6 bulan sekali dilakukan booster, sehingga kekebalan kelompok terbentuk kalaupun ada virus masuk, secara teori lama-lama akan manti dengan sendirinya," kata Judnaidy.
"Kita juga rutin lakukan pemeriksaan dan ada persyaratan lalu lintas, minimal kalau di potong harus ada vaksin 1 kali untuk sapi daerah asal, tapi kalau akan dipelihara lebih satu bulan akan kita vaksin 2, dan untuk bibit dua kali vaksin," ungkap Judnaidy.
(Bangkapos.com/Sela Agustika)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20230310-sapi.jpg)