Minggu, 31 Mei 2026

Kata Pengelola GBK Soal Konser Coldplay 2023 di Indonesia, Sudah Dibooking Tapi . . .

Band asal Inggris, Coldplay diisukan bakal konser di Indonesia pada November 2023 mendatang. Pengelola Stadion GBK buka suara.

Tayang:
Editor: Dedy Qurniawan
Ist/ Tribunnews
Kata Pengelola GBK Soal Konser Coldplay 2023 di Indonesia, Sudah Dibooking Tapi... 

Namun harga tersebut bisa berubah secara fluktuatif melihat kondisi ekonomi nasional maupun global yang dapat mempengaruhi harga tiket konser di masa itu.

Video Lama

Setelah isu COLDPLAY akan ke Indonesia, sebuah video Chris Martin yang memberikan ucpaan mengenai Indonesia kembali disorot penggemar.

Dalam video yang berdurasi pendek dan diunggah pada Agustus 2022 lalu, Chris Martin tampak menyapa penggemar yang ada di Indonesia.

"Hi, this is Chris and he's Reza from Indonesia. I just want to say, if you into the band, Indonesia we're so grateful. I'll sent you all my love. i hope you're okay. I'll see you there, love you," ucap Chris Martin.

Untuk diketahui, COLDPLAY merupakan band alternative rock asal London.

COLDPLAY diberntuk pada 1998 dengan empat anggota yakni, Chris Martin, Guy Berryman, Jonny Buckland, dan Will Champion.

Nama COLDPLAY kian dikenal pada tahun 2000-an dengan single "Yellow" yang terjual besar di pasaran.

COLDPLAY juga berhasil membawa pulang piala Grammy Awards pada 2012 sebagai Best Alternative Music Album.

Sejarah Coldplay

Dilansir dari wikipedia, Coldplay adalah grup musik rock yang dibentuk di London, Britania Raya tahun 1996.

Grup musik ini terdiri dari Chris Martin sebagai vokalis utama, Jonny Buckland sebagai gitaris utama, Guy Berryman sebagai bassis, dan Will Champion sebagai drummer.

Formasi di atas, bertahan sampai sekarang.

Coldplay menjadi terkenal setelah dirilisnya singel "Dont panic" pada tahun 2000 dan dilanjuti oleh album debut mereka yang dirilis pada tahun yang sama, Parachutes, yang masuk ke nominasi Mercury Prize.

Album ke-2 mereka, A Rush of Blood to the Head (2002), memenangi beberapa penghargaan, termasuk Album of the Year dari NME.

Sementara, singel Clocks dari album ini memenangi penghargaan Record of the Year di Grammy Award ke-46. Album selanjutnya, X&Y menjadi album terlaris di dunia pada tahun 2005.

Album ke-4 mereka, Viva la Vida or Death and All His Friends (2008), diproduksi oleh Brian Eno dan mendapat tanggapn positif, memenangi beberapa nominasi Grammy Award dan menang pada Grammy Award ke-51.

Pada tahun 2011, mereka merilis album ke-5 mereka, Mylo Xyloto, yang mendapat tanggapan positif yang beragam, memuncaki tangga album di 34 negara, dan merupakan album rock terlaris di Britania Raya tahun 2011.

Pada Maret 2014, mereka mengumumkan album ke-6 mereka yang berjudul Ghost Stories dirilis pada 19 Mei 2014. Kemudian pada tahun selanjutnya, Coldplay kembali merilis album "A Head Full of Dreams" pada 4 Desember 2015. 4 tahun kemudian, tepatnya pada 22 November 2019, Coldplay merilis album berjudul "Everyday Life".

2 tahun berselang setelah melakukan rekaman saat lockdown dikarenakan Pandemi Covid-19, Coldplay kembali merilis album baru mereka yaitu "Music Of The Spheres".

List Album Coldplay

Parachutes (2000)

A Rush of Blood to the Head (2002)

X&Y (2005)

Viva la Vida or Death and All His Friends (2008)

Mylo Xyloto (2011)

Ghost Stories (2014)

A Head Full of Dreams (2015)

Everyday Life (2019)

Music Of The Spheres (2021)

(SURYA.co.id/Akira Tandika/ Tribun Lombok/Kompas.com)

Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved