Mitra Care Pangkalpinang, Sediakan Layanan Anak Berkebutuhan Khusus dan Layanan Tumbuh Kembang Anak

Karena anak kami sulit mendapatkan layanan untuk terapi itu, akhirnya kita berdua membuka klinik ini. Kami mengajak teman - teman yang ada

Penulis: Rifqi Nugroho | Editor: Iwan Satriawan
Bangkapos.com/Rifqi Nugroho
Suasana terapi sambil bermain yang dilakukan pada Klinik Pratama Mitra Care Pangkalpinang, Senin (1/5/2023). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Sebagai ibu Kota Provinsi Bangka Belitung, saat ini Kota Pangkalpinang sudah hadir klinik yang menyediakan layanan tumbuh kembang anak.

Menurut Sayang Permatasari sebagai pengelola, hadirnya Klinik Pratama Mitra Care yang berada di kawasan jalan Pahlawan12 Pangkalpinang ini berawal dari pengalamannya sebagai orang tua yang memiliki anak berkebutuhan khusus (ABK).

"Kebetulan saya bersama dokter Tri Dewi, yang punya tempat ini memiliki anak berkebutuhan khusus. Anak saya pernah menjalani terapi layanan di pusat autis selama satu tahu," ucap wanita yang kerap disapa Ayang tersebut, kepada Bangkapos.com, Senin (1/5/2023).

Akan tetapi menurut Ayang, karena pusat Autis milik pemerintah Provinsi itu hanya satu - satunya layanan yang ada, membuat terbatasnya akses bagi anak yang harus mendapatkan pelayanan khusus.

"Karena anak kami sulit mendapatkan layanan untuk terapi itu, akhirnya kita berdua membuka klinik ini. Kami mengajak teman - teman yang ada di pusat Autis juga," tambahnya.

Ia menambahkan, saat ini Mitra Care dilengkapi layanan psikologis klinis, fisioterapi sampai dengan terapi wicara. Sehingga diagnosa dari psikolog yang disampaikan bisa langsung dilaksanakan oleh terapis.

"Jadi nanti dari psikologis akan merekomendasikan anak itu butuhnya terapi apa. Karena mereka kan berbeda - beda, penanganan juga berbeda," tutur Ayang.

Selain itu, karena tersedianya psikiater dan juga psikolog tempat ini juga sering didatangi oleh remaja yang orang tuanya kurang bisa mengerti kondisi psikologis dari anaknya.

"Datang kesini dengan keluhan depresi, dan percobaan bunuh diri itu rata - rata usia sekolah. Keluhannya mulai dari berantem dengan teman maupun berselisih dengan pacarnya," jelasnya.

Sementara itu, salah satu psikolog bernama Triana mengatakan sejak dibukanya klinik ini banyak menemukan kejadian lucu dari anak berkebutuhan khusus.

"Disini kan anaknya beda - beda, sistemnya belajar sambil bermain. Kalau saya sendiri di pembetukan prilaku, jadi prilaku anak yang tidak sesuai harus diarahkan," kata Triana.

Ia juga menyampaikan ada juga layanan terapi sensori integrasi (SI), yang bertugas seperti mengarahkan anak - anak yang mungkin terlalu aktif agar lebih bisa mengontrol diri.

"Seperti anak - anak yang sebelumnya super aktif agar lebih terarah. Begitu juga anak yang Hipoaktif (perilaku yang seharusnya ada dan telah dikuasai oleh anak-anak lain yang seusianya) juga dipancing agar mulai aktif," jelasnya.

Sebagi terapis bagi anak yang berkebutuhan khusus, ia juga menceritakan kunci utama bagi dirinya dan kawan - kawan ketika bertugas yaitu adanya kesabaran.

"Harus sabar ya, tapi setiap terapi kita juga harus mengikuti alur dari anak. Tapi ada waktunya juda dia juga harus ikut yang kita arahkan, agar bisa berubah," tandas Triana.

Halaman
12
Sumber: bangkapos.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved