Berita Pangkalpinang
Molen Pastikan Perhatikan Kesejahteraan Guru Honorer Jadi PPPK
Pemerintah Kota Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung memastikan akan terus memperhatikan kesejahteraan tenaga honorer
Penulis: Cepi Marlianto | Editor: khamelia
BANGKAPOS.COM, BANGKA – Pemerintah Kota Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung memastikan akan terus memperhatikan kesejahteraan tenaga honorer, khususnya dari kalangan guru. Di mana para guru honorer di daerah itu dipastikan semuanya dapat diangkat menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) khususnya kategori Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
Wali Kota Pangkalpinang, Maulan Aklil mengatakan, pihaknya memang tengah berupaya melakukan peningkatan kesehatan guru honorer.
Caranya dengan selalu mengusulkan program seleksi guru PPPK. Pasalnya, hal ini dinilai sebagai solusi peningkatan kesejahteraan guru honorer, sekaligus memperbaiki ketimpangan kualitas pendidikan di daerah.
“Saya berharap kalau bisa semua guru honorer yang ada di Kota Pangkalpinang ini diangkat PPPK,” kata dia kepada Bangkapos.com, Selasa (2/5/2023).
Molen sapaan akrab Maulan Aklil mengungkapkan, guru sendiri sangat dibutuhkan untuk mendidik calon-calon pemimpin masa depan. Sayangnya, saat ini terjadi kekurangan jumlah guru termasuk di Kota Pangkalpinang.
Ketika jumlah guru ini kurang, untuk menciptakan anak-anak bangsa akan terkendala. Karena itu untuk pemenuhan kebutuhan guru, pihaknya melakukan pemenuhan melalui PPPK.
Namun pemenuhan kebutuhan guru melalui PPPK sendiri tidak serta-merta dapat diusulkan. Melainkan perlu mempertimbangkan kemampuan keuangan daerah. Serta acuan dari pemerintah pusat yang memiliki kewenangan mengatur klasifikasi dan komposisi guru di setiap daerah.
Terutama sesuai dengan kebutuhan guru yang diperlukan di setiap daerah, tak terkecuali Kota Pangkalpinang terus mengajukan setiap tahunnya.
“Semuanya, jadi khusus tenaga pendidikan kita tetap mengajukan. Tapi balik-balik ke pusat yang mengatur komposisi untuk klasifikasi guru. Walaupun begitu kita tetap mengajukan,” tegas Molen.
Di samping itu lanjut dia, pemerintah kota juga terus melakukan perbaikan sarana, prasarana, utilitas hingga kualitas pendidikan di Kota Pangkalpinang.
Mulai dari membangun ruang kelas baru di beberapa sekolah, sampai pengembangan kompetensi guru. Tak hanya itu, para guru di Kota Pangkalpinang juga tetap dipersilahkan untuk mengenyam pendidikan lebih tinggi.
Caranya memanfaatkan program tugas belajar dan izin belajar melanjutkan pendidikan yang telah disediakan oleh pemerintah Kota Pangkalpinang.
Bekerja sama dengan beberapa perguruan tinggi negeri yang ada. Hal itu merupakan kewajiban bagi ASN untuk melakukan pengembangan kompetensi melalui peningkatan pendidikan yang bisa ditempuh, jalur pendidikan formal.
“Kita terus berupaya terus selama pelaksanaannya kita tingkatkan. Memang mungkin kita masih kekurangan guru, oleh sebab itu maka kita terus berbenah. Melengkapi sarana, prasarana, sumber daya manusia dengan mempersilahkan mereka untuk selalu sekolah dan terus belajar,” paparnya.
Meskipun begitu kata Molen, pemerintah daerah sendiri siap mendukung semua kebijakan pemerintah pusat. Terlebih dengan beberapa program yang sudah berjalan sejauh ini, mulai pencairan langsung dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan Bantuan Operasional Pendidikan (BOP) ke sekolah dan pemanfaatannya yang lebih fleksibel. Di mana telah memberikan keleluasaan bagi sekolah untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20230502-molen2.jpg)