Tribunners
Pentingnya Pendidikan Karakter di Era Milenial
Pendidikan karakter saat ini mutlak diperlukan untuk keberlangsungan hidup bangsa ini
Oleh: Yishbah Alkaromi, S.Pd. - Guru Pendidikan Bahasa Indonesia SMPN 3 Kelapa Kampit
ERA milenial atau disebut juga generasi jaman now merupakan zaman di mana seseorang itu lahir setelah era internet atau setelah teknologi internet telah berkembang pesat. Sejak kecil mereka sudah melek teknologi seperti internet, ponsel pintar (smartphone), aplikasi game, animasi, serta berbagai produk digital lainnya yang dapat diakses dengan internet. Dengan hadirnya teknologi internet, generasi milenial secara otodidak dapat mencari, memperoleh, dan mempelajari berbagai hal yang dapat diakses secara langsung dengan internet.
Google, YouTube, Yahoo, atau media sosial lainnya merupakan alat atau sumber informasi yang dapat diakses siapapun guna mencari informasi maupun ilmu pengetahuan. Bahkan pendidikan saat ini juga memanfaatkan internet sebagai alat atau sarana komunikasi dan wadah kegiatan pendidikan digital.
Pendidikan merupakan hal yang penting bagi kemajuan sumber daya manusia. Makin baik pendidikan yang diperoleh oleh setiap manusia, maka akan makin baik pula kualitas sumber daya manusia yang ada. Pendidikan merupakan suatu rencana yang tersistematis dan disengaja yang bertujuan untuk membentuk sikap dan keterampilan yang lebih baik sebagai jalan menuju perubahan sumber daya manusia yang lebih berkualitas. Bila pendidikan itu tidak berdampak pada perubahan sikap manusia ke arah yang lebih baik, maka pendidikan itu bisa dikatakan tidak berhasil.
Lalu apa yang dapat menyebabkan pendidikan itu tidak berhasil? Tentunya banyak faktor yang dapat menyebabkan pendidikan itu tidak berhasil, salah satunya adalah lingkungan dan iklim anak didik itu sendiri. Di dalam sebuah lingkungan yang baik, seorang siswa mampu menjadi pribadi yang baik. Hal itu dikarenakan seorang siswa butuh seorang yang memiliki teladan dan budi pekerti yang baik sebagai contoh bagi orang lain.
Selain itu, seorang anak tak boleh lepas dari pantauan orang tuanya di dalam sebuah pergaulannya. Hal itu perlu dicermati dengan baik dikarenakan bila anak itu di dalam lingkungan pergaulan yang buruk, maka anak itu tentu akan mencontoh perilaku buruh tersebut. Maka dari itu, seorang pendidik perlu menanamkan nilai-nilai pendidikan karakter pada anak didiknya di era yang cepat berkembang ini.
Sebelum membahas terlalu jauh mengenai karakter maupun pendidikan karakter, ada baiknya kita melihat data berikut ini sebagai gambaran kepada kita bagaimana keadaan karakter saat ini:
1. 158 kepala daerah tersangkut korupsi sepanjang 2004-2011
2. 42 anggota DPR terseret korupsi pada kurun waktu 2008-2011
3. 30 anggota DPR periode 1999-2004 terlibat kasus suap pemilihan DGS BI
4. Kasus korupsi terjadi di berbagai lembaga seperti KPU, KY, KPPU, Ditjen Pajak, BI, dan BKPM
Setelah membaca data di atas, apa yang terbesit di pikiran kita? Di atas merupakan beberapa kasus kejahatan yang dilakukan oleh para pejabat negara kita. Para pejabat tersebut tentunya merupakan orang-orang yang cerdas dan berintelektual. Betapa mirisnya keadaan manusia saat ini mengingat bila karakter tidak ditanamkan dengan baik dan benar pada setiap manusia. Maka dari itu, pendidikan karakter itu sangat diperlukan bagi setiap manusia.
Karakter sendiri dapat dimaknai sebagai sifat-sifat kejiwaan, akhlak, maupun budi pekerti yang dapat membuat seseorang terlihat berbeda dari orang lain. Berkarakter dapat diartikan memiliki watak dan juga kepribadian. Adapun pendidikan karakter dapat dimaknai sebagai pendidikan yang mengembangkan nilai-nilai budaya dan karakter bangsa pada diri peserta didik sehingga mereka memiliki nilai dan karakter sebagai karakter dirinya, menerapkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan dirinya, sebagai anggota masyarakat dan warga negara yang religius, nasionalis, produktif, dan kreatif.
Pendidikan karakter saat ini mutlak diperlukan untuk keberlangsungan hidup bangsa ini. Saat ini pendidikan karakter tidak hanya diperuntukkan bagi anak usia dini, akan tetapi juga untuk remaja maupun dewasa bila kita mengingat bahwa bangsa ini bukanlah kekurangan orang yang cerdas, akan tetapi orang yang jujur serta berbudi luhur.
Pendidikan karakter bertujuan untuk mengembangkan serta membentuk sikap atau watak manusia yang bermanfaat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa serta berkembangnya potensi dari peserta didik supaya menjadi manusia yang beriman dan bertakwa. Perkembangan pendidikan budaya dan karakter bangsa, pengertian pendidikan budaya dan karakter bangsa Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (UU Sisdiknas) merumuskan fungsi dan tujuan pendidikan nasional yang harus digunakan dalam mengembangkan upaya pendidikan di Indonesia. Tujuan sebenarnya dari pendidikan karakter di antaranya sebagai berikut:
1. Mengembangkan potensi afektif peserta didik sebagai manusia dan warga negara yang memiliki nilai-nilai budaya dan karakter bangsa.
2. Mengembangkan kebiasaan dan perilaku peserta didik yang terpuji dan sejalan dengan nilai-nilai universal dan tradisi budaya dan karakter bangsa.
3. Menanamkan jiwa kepemimpinan dan tanggung jawab peserta didik sebagai generasi penerus bangsa.
4. Mengembangkan kemampuan peserta didik menjadi manusia yang kreatif, mandiri, berwawasan kebangsaan.
5. Mengembangkan lingkungan kehidupan sekolah sebagai lingkungan belajar yang aman, jujur, penuh kreativitas dan persahabatan, serta dengan rasa kebangsaan yang tinggi dan penuh kekuatan.
Pendidikan karakter yang dikembangkan dan diterapkan memiliki nilai-nilai yang bersumber dari nilai-nilai keagamaan dan Pancasila. Hal itu dikarenakan mayoritas orang Indonesia merupakan warga negara yang beragama, maka dari itu tata cara kehidupan baik itu individual maupun kelompok masyarakat selalu didasarkan pada ajaran agama.
Sumber berikutnya yakni pancasila. Pancasila terdapat dalam pembukaan undang-undang dasar negara republik Indonesia tahun 1945. Di dalam Pancasila terdapat nilai-nilai yang mengatur kehidupan baik itu dari segi politik, ekonomi, kemasyarakatan, hukum serta budaya.
Untuk memperkuat penanaman nilai-nilai karakter pada anak, maka mulai tahun 2013 dimasukkan kurikulum berkarakter di dalam dunia pendidikan kita. Setiap peserta didik dapat memperoleh pendidikan budaya dan karakter yang sesuai dengan ajaran agama maupun Pancasila. Hal tersebut dimaksudkan supaya generasi muda dapat mengembangkan, memperbaiki, serta mampu menyaring budaya bangsa sendiri dan budaya bangsa lain di era milenial di mana sumber informasi begitu pesat, terlebih dapat diakses dengan mudah di internet.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20230515_Yishbah-Alkaromi-Guru-SMPN-3-Kelapa-Kampit.jpg)