Tribunners

Belajar dari Siswa

JIKA ada yang masih menganggap guru itu satu-satunya sumber ilmu, barangkali ia tengah melindur

Editor: suhendri
ISTIMEWA
Ameliana Tri Prihatini Novianti, S.Si. - Guru Kompetensi Keahlian Multimedia/DKV SMKN 1 Simpangkatis 

Oleh: Ameliana Tri Prihatini Novianti, S.Si. - Guru Kompetensi Keahlian Multimedia/DKV SMKN 1 Simpangkatis

JIKA ada yang masih menganggap guru itu satu-satunya sumber ilmu, barangkali ia tengah melindur. Sungguh siswa juga dapat menjadi sumber ilmu. Apalagi di zaman sekarang. Keren kan? Memang begitulah adanya.
Tak percaya? Lihat saja anak-anak kecil di sekeliling kita, mahir benar menggunakan perangkat android, bahkan acapkali mengajari orang tuanya menggunakan berbagai aplikasi di dalam perangkat yang bersistem operasi linux tersebut.

Tahu dengan Shabira Alula? Seorang anak berusia 3 tahun yang viral karena kepiawaiannya menggunakan bahasa baku dan jago public speaking. Jika tidak tahu, searching saja di internet, ketik nama Shabira Alula maka jrengg muncul banyak informasi tentang anak yang ternyata ibunya berasal dari Desa Sunghin, Kecamatan Merawang, Provinsi Bangka Belitung.

Shabira Alula adalah cermin bahwa anak sekarang memang berkembang lebih cepat. Situs Netmums berpendapat bahwa masa kanak-kanak kini berakhir pada usia 12 tahun. Jadi wajar saja jika guru dapat belajar hal baru dari siswanya, terlebih guru SMK. Hal ini penulis aminkan sebab penulis juga banyak belajar dari siswa beberapa pekan lalu.

Penulis yang notabene adalah guru di SMKN 1 Simpangkatis ditugaskan menjadi pembimbing lomba FLS2N tingkat SMK kategori lomba Film Pendek (Fiksi) dengan tema "Talenta Merdeka, Menginspirasi Kebebasan yang Bermartabat dan Berprestasi". Kriteria karya adalah film mikro atau micro movie cerita fiksi yang menyentuh dari sebuah perjuangan dengan maksimal durasi 3 menit tanpa adanya dialog, narasi, monolog, voice over/suara yang direkam terlebih dahulu kemudian dimasukkan ke dalam film, maupun direct address/percakapan yang mana tokoh di dalam adegan berbicara langsung kepada penonton. Ibarat kata, karya film mikro ini adalah film bisu. Suara yang diperbolehkan hanya audio instrumen saja dengan catatan audio instrument besutan sendiri atau bisa juga audio instrument dari internet asalkan no copyright alias bebas hak cipta.

Lanjut cerita, setelah membentuk kru produksi film yang beranggotakan siswa-siswi kelas XI Multimedia SMKN 1 Simpangkatis yang diproduseri oleh Widya Panduwinata, siswi kelas XI MM 1, sutradara Enda Maharani, siswi kelas XI MM2, kamerawan utama Wulandari Maharani, siswi kelas XI MM 2, tentu tahap selanjutnya adalah proses kreatif dalam melahirkan konsep dan ide cerita sesuai tema FLS2N tahun ini. Mencari-cari cerita sederhana tetapi menyentuh. Di sinilah uniknya proses kreatif siswa. Mereka mencari inspirasi dengan berjalan-jalan di pasar, di pusat keramaian, di jalan-jalan kampung hanya untuk melihat apa sih yang sehari-hari dilakukan orang per orang, mencari sesuatu yang unik dari hal-hal yang tak dilirik, menangkap momen-momen berharga yang menyentuh.

Mereka juga makan makanan kreatif dengan pergi ke toko buku; melihat dan membaca buku di sana, menonton film, mendengarkan musik, dan tidur. Ya tidur! Siswa-siswa kru film ini mengajarkan penulis bahwa tidur juga merupakan bagian dari proses kreatif sebab menurut mereka tak mungkin bisa menghasilkan karya yang kreatif dan relevan jika kita berkegiatan terus-menerus tanpa jeda dan istirahat. Otak bisa buntu!

Yap. Kemudian penulis tersadar seyogianya kita memang harus tahu limit diri kita sendiri, kapan kita harus berlari, kapan harus berjalan, kapan harus berlari kencang. Seperti adakalanya kru kami dengan santai duduk di lobi sekolah memperhatikan warga sekolah yang lalu kalang dan pernah juga kru kami lembur syuting saat mendapatkan momen di suatu lokasi yang sangat-sangat tepat dan sayang untuk dilewatkan.

Semangkuk Inspirasi

Semangkuk Inspirasi adalah judul karya micro movie kru kami dari proses kreatif yang dilakukan kru selama satu bulan lebih. Kru kami mengintegrasikan adegan-adegan menyentuh hati tentang sebuah perjuangan menempuh pendidikan dari kaum termarginalkan yang jauh dari dalam lubuk hatinya bercita-cita untuk membuat ibunya bahagia dengan membantunya berjualan makanan di pasar sepulang sekolah. Semua orang bisa berjualan, tetapi dengan bersekolah di SMK Jurusan Multimedia, ia bisa membantu ibunya berjualan dengan mengikuti tren kuliner jaman now. Harapannya sederhana, ia hanya ingin makanan yang mereka jual habis agar ia dapat melihat senyum ibunya setiap hari.

Mikro film menyentuh hati yang mengangkat kisah sehari-hari yang ada di sekitar kita memungkinkan kita meningkatkan kesadaran akan nilai-nilai kemanusiaan universal, membuka mata kita lebih lebar bahwa ada kemudahan dan kenikmatan di dunia ini yang tak semua orang mendapatkannya, bahwa hari yang indah bukan hanya milik orang-orang kaya saja. Hari yang indah bukanlah hari di mana semuanya sempurna.

Berbagi Cerita Proses Kreatif

Jika kita membahas tentang produksi film, baik itu amatir ataupun profesional sebenarnya setiap kru produksi memiliki caranya masing-masing, mempunyai pendekatannya masing-masing sebab produksi film itu selalu diawali dengan mendapatkan ide dengan cara yang berbeda-beda.

Penulis akan berbagi cerita hal-hal yang penulis pelajari dari diskusi dan pengalaman di lapangan pada saat produksi mikro film berjudul Semangkuk Inspirasi. Produksi film ini dari mulai ide sampai credit title benar-benar murni dikerjakan oleh orang-orang yang saat ini berstatus sebagai siswa kelas XI Multimedia SMKN 1 Simpangkatis.

Giat penulis sebagai pembimbing siswa ya dengan meminjamkan mereka alat-alat jurusan yang diperlukan untuk sinematografi, diskusi, dan memastikan ide mereka layak untuk diangkat menjadi sebuah cerita mikro film, memberi semangat, jatuh bangun bersama, lelah; penat; capek; jenuh bersama, menangis bersama, dan tertawa pun bersama. Tak lupa mengambil bagian dalam hal merevisi jika ada scene atau adegan yang kurang pas selama produksi mikro film Semangkuk Inspirasi.

Sumber: bangkapos
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved