Berita Pangkalpinang

Harga TBS Sawit Usai Idul Adha Masih Dikeluhkan Petani, Rp 1.450 per Kilogram di Tingkat Pengepul

Di hari ke-5 setelah lebaran Idul Adha harga TBS sawit tetap berada diposisi awal. Sebelum lebaran masih bertahan di Rp 1.760 per kg di tingkat

Penulis: Riki Pratama | Editor: Iwan Satriawan
dok bangkapos.com
TBS Kelapa Sawit. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA--Harga Tandan Buah Segar (TBS) sawit di Provinsi Bangka Belitung pasca Lebaran Idul Adha masih bertahan di harga Rp 1.760 per kilogram di tingkat pabrik kelapa sawit. 

Sementara di tingkat pengepul seharga Rp 1.450 per kilogram.

"Di hari ke-5 setelah lebaran Idul Adha harga TBS sawit tetap berada diposisi awal. Sebelum lebaran masih bertahan di Rp 1.760 per kg di tingkat PKS sedangkan di tingkat pengepul harga TBS Rp 1.450 per kg," kata Petani Sawit asal Desa Jeriji, Yanto, kepada Bangkapos.com, Senin (3/7/2023).

Sementara, untuk harga TBS sawit langsung ditimbang di perkebunan seharga Rp 1.400 per kg.

"Entah mengapa harga TBS di Bangka Belitung belum ada kenaikan signifikasn. Sedangkan CPO terus naik. Di daerah lain seperti Riau saja sebagai patokan harga tertinggi di indonesia sudah berada di level Rp 2.390 per kg," keluhnya.

"Kenapa di Bangka Belitung belum menyamai harga itu, mungkin buah sekarang terlalu banyak apa gimana. Petani sawit  berharap kepada pemerintag, melalui Dinas Perkebunan Babel memperhatikan harga TBS ini," terangnya.

Diketahui, sebelumnya, harga TBS sawit petani dikeluhkan sejak Rabu (31/5/2023) lalu, di mana harganya saat itu, Rp 1.300 per kilogram di tingkat petani sawit.

Turunnya harga TBS sawit ini, lebih murah dari sebungkus Indomie yang rata-rata Rp 4.000 per bungkus.

"Harga TBS sawit hari ini Rp 1.300 per kg, sebelumnya Rp 1.350 per kg. Tetapi itu belum dipotong biaya panen, Rp 200 per kg, berati bersih Rp 1.100 per kg," kata Yanto

Yanto, mewanti-wanti harga TBS sawit akan terus turun, sehingga dia mengharapkan pemerintah dapat segera mengendalikan harga sawit yang terus melorot.

"Jangan sampai harga turun terus, harga segitu lebih murah dari harga sebungkus Indomie. kami berharap pemerintah dapat membantu petani sawit. Carikan solusi, menyelesaikan persoalan harga sawit yang terus turun seperti ini," harapnya. 

Perlu Hilirisasi

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Babel Tarmin, mengatakan, hilirisasi industri sawit adalah proses mengoptimalkan produk-produk turunan dari kelapa sawit menjadi produk yang memiliki nilai jual yang lebih tinggi.

Terutama, beragam produk turunan kelapa sawit tersebut, di antaranya untuk keperluan sektor pangan seperti minyak goreng,  nutrisi, bahan kimia, hingga bahan bakar terbarukan. 

“Program hilirisasi dan diverisifikasi produk  industri sawit yang dimaksudkan untuk mendapatkan nilai tambah produk bahan mentah, memperkuat struktur industri, menyediakan lapangan kerja, dan memberi peluang usaha  di Indonesia,” kata Tarmin.

Halaman
12
Sumber: bangkapos.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved