Berita Bangka Selatan
Pemkab Bangka Selatan Mulai Terapkan Transaksi Keuangan Digital
Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan, Kepulauan Bangka Belitung mulai menerapkan semua transaksi keuangan secara digital.
Penulis: Cepi Marlianto | Editor: nurhayati
BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan, Kepulauan Bangka Belitung mulai menerapkan semua transaksi keuangan secara digital.
Hal ini sebagai bentuk layanan inovasi teknologi keuangan daerah.
Kepala Badan Keuangan Daerah (Bakeuda) Kabupaten Bangka Selatan, Agus Pratomo mengatakan, penerapan digitalisasi transaksi keuangan daerah untuk meningkatkan efisiensi dan transparansi.
Sekaligus supaya tata kelola keuangan lebih cepat, efisien dan akurat.
Baca juga: Empat Pekerja Tersengat Listrik Saat Pindahkan Tiang Internet di Bangka Barat, Satu Korban Tewas
Baca juga: Jadwal Pengumuman Hasil Tes Psikologi Calon Anggota Bawaslu Kabupaten/Kota Diperpanjang
Hal ini menjadi penopang pertumbuhan ekonomi.
“Penerapan digitalisasi transaksi belanja pemerintah daerah menuju pengelolaan keuangan daerah yang menjadi penopang pertumbuhan ekonomi,” kata Agus Pramono kepada Bangkapos.com, Rabu (12/7/2023).
Dia memaparkan, seiring dengan perkembangan teknologi informasi dan transformasi digital yang terus berlanjut, digitalisasi transaksi keuangan telah menjadi salah satu aspek krusial.
Terutama dalam meningkatkan efisiensi, transparansi dan keandalan dalam pengelolaan keuangan.
Hal ini untuk mencerminkan komitmen bersama dalam memanfaatkan potensi teknologi.
Terlebih untuk mencapai tujuan strategis Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan dalam tata kelola keuangan daerah, karena digitalisasi transaksi keuangan membawa berbagai manfaat yang signifikan.
“Pertama, ini memberikan kita kemampuan untuk melaksanakan transaksi keuangan dengan lebih cepat, efisien dan akurat,” jelas Agus Pratomo.
Di sisi lain menurutnya, dalam era yang serba cepat ini, kemampuan untuk melakukan pembayaran secara elektronik hingga memproses berkas secara digital.
Dalam menggunakan sistem keuangan yang terintegrasi akan memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi seluruh pihak, serta stakeholder yang terlibat dalam aktivitas pengelolaan keuangan.
Sebagai contoh, bagaimana penerapan Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) yang telah terintegrasi online dengan Bank Rekening Kas Umum Daerah (RKUD).
Dalam hal ini adalah Bank Sumsel Babel, dapat memberikan pelayanan cepat, efisien dan akurat, bahkan proses pencairan tetap bisa dilakukan pada saat libur kerja.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20230712-bappeda.jpg)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20230712-bappeda2.jpg)