Senin, 27 April 2026

Sejarah

Sejarah Program Kuliah Kerja Nyata KKN, Bertujuan sebagai Pengabdian Mahasiswa kepada Masyarakat

,Program KKN ternyata mulai dilaksanakan sejak tahun akademik 1971/1972. Mahasiswa yang mengikuti KKN berasal dari lintas jurusan. Sehingga...

Penulis: Fitri Wahyuni | Editor: Dedy Qurniawan
Bangkapos.com/Fitri Wahyuni
Ilustrasi KKN. Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta saat melaksanakan KKN di Kec. Sanden, Desa. Gadingharjo, Dusun. Daleman tahun 2016 silam 

Mahasiswa KKN yang diusir warga itu adalah mahasiswa Universitas Mataram (UNRAM).

Pengusiran mahasiswa KKN UNRAM terjadi lantaran beredarnya video viral salah satu mahasiswa KKN yang menyebut tak ada gadis cantik di Desa Kayangan tempat mereka melakukan KKN.

Sontak saja hal tersebut membuat sakit hati warga setempat.

Dilansir Tribun Medan, ucapan mahasiswa KKN UNRAM tersebut menyebut di Desa Kayangan tak ada yang cantik tersebut viral usai di posting di insta story milik salah satu mahasiswa KKN tersebut.

"Kita bikin mi. Belum ada jadi mi kita. Di telepon sama pak ... Hee adek adek jam 2 ke rumah saya ya. Padahal acaranya setengah 4. Biar kenapa?,"

"Susah ya jadi kembang desa di sini. Anak Kayangan ndak ada cantik-cantik. Jadi kita kembang desa jadinya," ujar salah satu mahasiswi dalam video viral itu.

Instagram story tersebut sontak membuat warganet geram dan kini story itu viral di media sosial.

Salah satu akun yang membagikan video viral tersebut adalah akun Instagram @majeliskopi08.

"Berawal dari story Instagram salah seorang peserta KKN Universitas Mataram (Unram) inisial NWAP bikin heboh warga Desa Kayangan, Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat, yang menyebut anak Kayangan tak ada yang cantik-cantik," isi narasi dalam keterangan unggahan itu.

Dalam video lainnya memperlihatkan posko KKN UNRAM ramai digeruduk oleh warga.

Terlihat mahasiswa KKN bernisial AP menyampaikan permohonan maaf langsung di hadapan warga.

Usai meminta maaf, AP beserta rombongan mahasiswa KKN UNRAM lalu meninggalkan desa Kayangan.

Sekelompok mahasiswa KKN diusir warga tersebut meninggalkan desa menggunakan mobil sembari diteriaki banyak warga.

“Dadah, selamat-selamat sampai rumah guys, jadi pelajaran ya,” ucap salah satu warga yang merekam video.

Setelah video tersebut viral, mahasiswi berinisial AP tersebut lalu membuat video klarifikasi permintaan maaf.

Bangkapos.com/Fitri Wahyuni/Serambinews.com/Amirullah)

Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved