Derap Nusantara
Cerita Tiga Guru Besar Mengabdi Kepada Bangsa
Universitas Jember (Unej) mengukuhkan tiga guru besar yang dipimpin langsung oleh Ketua Senat Andang Subaharianto bersama Rektor Iwan Taruna
Penulis: Iklan Bangkapos | Editor: Iwan Satriawan
Biasanya setelah pembeli melaksanakan transaksi dan mendapatkan barang pesanannya, seringkali pembeli masih mendapatkan iklan hingga tawaran barang sejenis dari para penjual. Tentu saja hal itu dirasa meresahkan, bahkan menjadi mengganggu privasi jika kemudian data pembeli disebarluaskan ke pihak lain tanpa persetujuan pembeli.
Sementara di sisi penyedia konten, seringkali mereka dihadapkan pada penyebarluasan konten oleh pembeli tanpa izin, sehingga merugikan penyedia konten. Penyebarluasan konten tanpa izin juga termasuk melanggar hak atas kekayaan intelektual, sehingga dari permasalahan tersebut ilmu kriptografi berusaha hadir memberikan solusi.
Prof Anton menawarkan skema anonymous cash dan blind description. Anonymous cash, yakni sistem yang memungkinkan penjual mengetahui barang yang dibeli oleh pembeli, namun dibatasi dalam mengakses data pembelinya.
Skema itu bisa berjalan dengan bantuan penyedia token, seperti bank, sehingga pembeli memperoleh barangnya setelah membayar dengan token, sementara penjual tidak mengetahui data identitas pembelinya.
Sementara dengan skema blind description memiliki prinsip sistem kerja yang serupa. Bedanya, pembeli barang atau umumnya konten hanya bisa mengakses untuk satu konten yang telah dibelinya dengan kunci konten yang sudah diberikan penjual.
Jika pada skema anonymous cash penjual tidak tahu siapa pembelinya, namun tahu barang yang dibeli, maka pada skema blind description penjual tahu pembelinya, namun tidak tahu barang apa yang dibeli oleh pembelinya. Kedua skema tersebut diharapkan mampu melindungi privasi pembeli.
Editor Genom yang kiai
Guru besar yang dikukuhkan kedua adalah Prof. Sholeh Avivi, yang awalnya ingin menjadi seorang dokter, sehingga tak heran jika pilihan utama kuliahnya ke Fakultas Kedokteran di sebuah PTN di Jakarta. Namun, nasib berkata lain, justru Institut Pertanian Bogor yang menerimanya dan harus mempelajari pemuliaan tanaman, hingga berbuah manis menjadikannya guru besar.
Ia terus meneliti, khususnya bidang pengeditan genom. Beberapa perguruan tinggi yang menjadi lokasi penelitiannya, di antaranya Queenlands University, Australia, dan Gyeongsang National University, Korea Selatan.
Menurutnya bioteknologi saat ini berpotensi menjadi jawaban atas tantangan dunia pertanian. Di satu sisi permintaan akan produk pertanian, khususnya pangan, makin meningkat karena populasi penduduk dunia terus bertambah.
Namun, produktivitas produk pertanian menurun karena berbagai hal, seperti lahan yang makin menyusut, perubahan iklim atau serangan hama serta penyakit. Dengan bioteknologi, maka akan didapat tanaman yang unggul, adaptif terhadap iklim, tahan hama, dan memiliki produktivitas tinggi.
Salah satu teknologi pemuliaan tanaman yang bisa dilakukan dengan bioteknologi, khususnya yang kini makin berkembang adalah genome editing atau pengeditan genom, sehingga melalui prosedur tertentu peneliti akan memisahkan gen yang dianggap menghambat perkembangan tanaman, sehingga tanaman baru dapat tumbuh dengan optimal.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20230728-antara-Artikel.jpg)