Sabtu, 18 April 2026

Bangka Pos Hari Ini

Hanya 2 Jam Perahu Bisa Lewat, Aktivitas Nelayan Terhambat Muara Air Kantung

Permasalahan pendangkalan Muara Jelitik ketika surut sudah lama menjadi keluh kesah nelayan Sungailiat

|
Bangka Pos
Bangka Pos Hari Ini, 7 Agustus 2023 

"Kalau pagi hingga sore hari kapal tidak bisa masuk, biasanya kami mulai merapat ke Muara Jelitik (sebutan nelayan untuk Muara Air Kantung-red) habis magrib dan itu pun belum tentu
bisa langsung keluar muara," kata Bagas saat ditemui Bangka Pos, Kamis (3/8).

"Muara ini biasa bisa dilewati kapal mulai jam 20.00 WIB, kami juga harus antre dengan kapal lain seperti kapal yang mau masuk ataupun keluar muara. Itu pun tidak lama, biasa dua hingga
tiga jam saja bisa dilewati kapal sisanya susah kapal nelayan mau lewat," lanjutnya.

Diakui Bagas, permasalahan pendangkalan Muara Jelitik ketika surut sudah lama menjadi keluh kesah nelayan Sungailiat. Dan Muara Jelitik sendiri merupakan akses utama keluar masuknya kapal nelayan Sungailiat.

"Tidak tahu sampai kapan seperti ini, nelayan sudah sering mengeluh dan menggelar aksi ke pemerintah. Tapi sampai sekarang masih saja tidak ada jalan keluar, jadi kami sebagai nelayan cuma bisa menunggu apa hasilnya nanti dan terpaksa keluar masuk muara dengan apa adanya," terang Bagas.

Salam, nelayan asal Buton, Sulawesi Tenggara, turut mengungkapkan hal yang sama. Merantau ke Bangka pada empat tahun lalu, Salam belum pernah merasakan lancarnya keluar-masuk Muara Air Kantung atau Muara Jelitik.

"Ampunlah dari zaman saya pertama datang ke sini kayak gini terus, mau keluar muara jelitik pasti susah dan harus menunggu. Kami saja seminggu ini belum pergi melaut, ditambah kondisi cuaca kurang bagus dan muara pun masih susah dilewati serta ada jam-jam tertentu," kata Salam, Kamis (3/8).

"Kalau begini terus-menerus, bagaimana nasib kami nanti dan kami harap pemerintah bisa memberikan jalan keluar atas permasalahan Muara Jelitik supaya nelayan bisa melaut dengan lancar dan aman tanpa ada kendala apapun," harapnya.

Pada Rabu (2/8), massa nelayan Sungailiat menggelar aksi unjuk rasa di halaman Kantor Gubernur Kepulauan Bangka Belitung.

Aksi itu terkait pendangkalan Muara Air Kantung dan Surat Edaran Menteri Kelautan dan Perikanan tentang migrasi perizinan berusaha subsektor penangkapan ikan. Aturan itu dinilai menyulitkan nelayan

Penjabat Gubernur Babel, Suganda Pandapotan Pasaribu menemui massa Bersama
Ketua DPRD Babel Herman Suhadi. Kepada massa aksi, Suganda mengaku akan menyampaikan tuntutan nelayan kepada Presiden Joko Widodo.

Aksi unjuk rasa ditutup kesepakatan bahwa Pj Gubernur siap melihat secara langsung kondisi Muara Air Kantung pada Kamis (3/8). Namun Suganda tidak hadir saat unsur forkompimda
berkunjung ke Muara Air Kantung seperti yang telah disepakati.

Hanya hadir Ketua DPRD Babel Herman Suhadi, Kepala Kejaksaan Tinggi Babel Asep Maryono, dan beberapa pimpinan instansi lainnya (mun/v1)

Sumber: bangkapos
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved