Selasa, 19 Mei 2026

Perdagangan Energi Terbarukan, ICDX Group Resmi Fasilitasi Perdana Lelang REC

Indonesia Commodity & Derivatives Exchange Group (ICDX Group) telah resmi memfasilitasi perdagangan perdana Renewable Energy Certificate (REC).

Tayang:
Penulis: Cici Nasya Nita | Editor: nurhayati
Ist
Ilustrasi perdagangan energi terbarukan. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Indonesia Commodity & Derivatives Exchange Group (ICDX Group) telah resmi memfasilitasi perdagangan perdana Renewable Energy Certificate (REC) melalui entitas Indonesia Climate Exchange (ICX). 

Perdagangan REC perdana secara sukarela yang dijalankan ICX ini bersumber dari Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi dan juga Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro. 

Baca juga: Geng Motor Bikin Ulah di Pangkalpinang, Wali Kota Kesal Aksi Premanisme Bikin Tidak Aman

Baca juga: Prihatin Aksi Premanisme Marak Terjadi, Fitra Wijaya Minta APH dan Pemerintah Cepat Atasi

Perdagangan perdana ini mencakup transaksi REC sejumlah 1,050 MWh, dengan harga pembukaan lelang Rp35.000 dan penutupan lelang di harga Rp38.000, atau naik 8,57 persenz

Perdagangan ini menjadi sebuah bukti bahwa pelaku pasar dapat memperdagangkan instrumen iklim berbasis pasar melalui platform yang efektif, efisien, terbuka, dan terbukti dari harga penutupan lelang yang semakin tinggi, didorong oleh permintaan yang meningkat  

Reewable Energy Certificate (REC) merupakan sertifikat yang membuktikan bahwa produksi tenaga listrik per megawatt hour (MWh) berasal dari pembangkit listrik non-fosil, seperti pembangkit tenaga air, tenaga angin, tenaga surya, panas bumi ataupun pembangkit berbasis bioenergi. 

CEO ICDX Group Nursalam mengatakan perdagangan REC yang terjadi di ICX dapat menjadi sebuah solusi berbasis pasar untuk memberikan insentif ekonomi kepada para pelaku pasar dan investor energi terbarukan.

"Dengan menggunakan platform di ICX, pelaku industri akan diberikan kemudahan dalam hal akses pasar, serta perdagangan yang akuntabel dan transparan," katanya Nursalam kepada Bangkapos.com, Selasa (22/8/2023).

Hal ini tentunya membuka ruang bagi korporasi untuk dapat melakukan transisi menuju operasional rendah karbon.

ICDX Group akan terus mendorong upaya dekarbonisasi melalui demokratisasi perdagangan karbon. 

"Harapan kami, tentunya apa yang telah kami jalankan ini, kedepannya bisa direplikasi untuk instrumen iklim lainnya seperti perdagangan karbon dengan skala yang lebih luas.

”Tentunya kami sangat mengapresiasi kepada pihak-pihak yang telah berpartisipasi dalam program dekarbonisasi melalui perdagangan REC ini. Hal ini menunjukkan bahwa tanggung jawab menuju rendah emisi karbon adalah tanggung jawab kita bersama," jelasnya.

Untuk saat ini, beberapa korporasi yang telah berpartisipasi adalah PT Agrodana Futures, PT Phillip Futures, PT Victory International Futures, PT Magnet Berjangka Indonesia, PT Rajawali Kapital Berjangka, PT Handal Semesta Berjangka, serta beberapa entitas lainnya. Kedepan, kami akan terus mengajak berbagai pihak, untuk turut serta dalam program ini.

CEO Indonesia Climate Exchange (ICX) Megain Widjaja mengatakan terkait perdagangan REC sukarela ini, ICX tentunya telah melalui fase percobaan dan penyelarasan sesuai dengan standar global, baik dalam hal teknologi dan ekosistem. 

"ICX berkomitmen untuk terus mengembangkan ruang lingkup instrumen iklim lainnya agar dapat menjadi platform yang dapat dimanfaatkan bagi pemerintah dan para pelaku industri menuju operasional rendah emisi karbon," kata Nursalam. 

Melalui transaksi REC ini, ICX dapat menjadi sebuah model baru penerapan perdagangan instrumen iklim khususnya perdagangan karbon secara luas dan mempercepat adopsi berbagai industri di Indonesia. 

Sumber: bangkapos.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved