Tribunners
Makna Porprov Ke-6 Babel dan Ekstrakurikuler Olahraga
Ekstrakurikuler merupakan salah satu program yang sangat penting dan wajib direncanakan dan dilaksanakan di setiap sekolah
Oleh: Adi Kusumardi, S.T. - Guru SMKN 1 Muntok
PADA 22 hingga 30 Agustus 2023, Kabupaten Bangka Barat secara resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VI Bangka Belitung VI tahun 2023. Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) adalah satu-satunya organisasi yang berwenang dan bertanggung jawab dalam mengelola, membina, mengembangkan dan mengoordinasikan seluruh pelaksanaan kegiatan olahraga prestasi setiap anggota di Indonesia. KONI kabupaten/kota akan melakukan pembinaan, latihan dan mengirim para atlet yang dianggap mampu meraih prestasi bagi daerah kabupaten/kota masing-masing.
Pekan olahraga provinsi merupakan kegiatan empat tahunan yang dilaksanakan di kabupaten/kota oleh KONI Provinsi Bangka Belitung. Para pesertanya merupakan kontingen dari 7 kabupaten/kota, yaitu Kabupaten Belitung Timur, Kabupaten Belitung, Kabupaten Bangka Selatan, Kabupaten Bangka Tengah, Kota Pangkalpinang, Kabupaten Bangka, dan Kabupaten Bangka Barat. Kegiatan empat tahunan ini diramaikan 2.429 peserta yang terdiri atas 1.936 atlet, 154 ofisial, dan 339 pelatih pada 21 cabang olahraga.
Sebagian besar kegiatan Porprov VI digelar di Mentok meskipun beberapa cabang dilaksanakan di kabupaten/kota yang relevan dengan pertandingan. Pastinya para atlet yang diikutsertakan tentunya putra-putri terbaik bagi kabupaten/kota masing-masing. Tetapi sebuah pertanyaan adakah putra/putri kita tergabung dalam kontingen tersebut?
Minat dan bakat dari para atlet tentunya tidak tumbuh dan berkembang dengan begitu saja. Salah satu sarana yang dapat ditempuh adalah mengikuti kegiatan ekstrakurikuler yang dilaksanakan di sekolah. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 39 Tahun 2008 tentang Pembinaan Kesiswaan, kemudian dilanjutkan dengan Permendikbud Republik Indonesia Nomor 62 Tahun 2014 tentang Kegiatan Ekstrakurikuler pada Tingkat Dasar dan Pendidikan Menengah, bahwa kegiatan ekstrakurikuler diselenggarakan dengan tujuan untuk mengembangkan potensi, bakat, minat, kemampuan, kepribadian, kerjasama, dan kemandirian peserta didik secara optimal dalam rangka mendukung pencapaian tujuan pendidikan nasional.
Kegiatan ekstrakurikuler olahraga sudah mulai diajarkan pada tingkat sekolah tingkat bawah sampai sekolah tinggi atas. Kemudian juknis pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler ini dipertegas dalam Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan (KOSP). KOSP adalah suatu pedoman yang terdiri dari perencanaan penyelenggaraan pembelajaran pada satuan pendidikan.
Kurikulum Merdeka mengamanatkan bahwa pendidikan semestinya dilakukan secara holistik. Pendidikan holistik merupakan pendidikan yang mengembangkan seluruh potensi siswa secara utuh dan seimbang, meliputi kecerdasan/intelektual, spiritual/rohani, tingkah laku dan jasmani/fisik yang sehat. Jadi, pendidikan yang utuh adalah pendidikan yang mengembangkan semua potensi siswa sesuai dengan kodratnya secara seimbang.
Pendidikan bukan hanya mengembangkan sisi kognitif dan afektif saja, tetapi juga pengembangan sisi psikomotorik siswa. Selain kegiatan intrakurikuler dan kokurikuler, KOSP juga menjelaskan secara jelas pelaksanaan pembelajaran atau kegiatan siswa diluar sekolah, yakni dalam kegiatan ekstra kurikuler.
Ekstrakurikuler
Ekstrakurikuler merupakan suatu kegiatan baik secara akademis maupun nonakademis yang wajib diikuti siswa di luar jam pembelajaran dalam mengembangkan bakat, minat, potensi, yang dimiliki menjadi lebih optimal. Kegiatan ekstrakurikuler dalam Kurikulum Merdeka akan melengkapi pendidikan secara utuh, karena mendapat kesempatan tambahan bagi siswa untuk mengembangkan potensi masing-masing, baik minat maupun bakat. Sekolah dapat mengembangkan kegiatan yang sesuai dengan visi misi dan tujuan sekolah serta nilai-nilai yang akan ditekankan pada siswa, seperti seni, olahraga, KIR, teknologi, kepramukaan, dan lain sebagainya.
Menurut Departemen Agama Republik Indonesia (2004) ekstrakurikuler di sekolah terbagi menjadi dua bagian, yaitu ekstrakurikuler olahraga dan ekstrakurikuler bukan olahraga. Ekstrakurikuler olahraga meliputi olahraga permainan (sepak bola, basket, futsal, voli, dan bulu tangkis), ekstrakurikuler olahraga atletik (lari, lempar, dan lompat), ekstrakurikuler olahraga akuatik (renang), dan ekstrakurikuler olahraga beladiri (karate, pencak silat, taekwondo).
Lain halnya dengan ekstrakurikuler bukan olahraga yang meliputi musik (band, marching band, paduan suara), ekstrakurikuler tari (tari tradisional, modern dance, dan cheerleader), ekstrakurikuler teater, ekstrakurikuler karya ilmiah, ekstrakurikuler pramuka, ekstrakurikuler pencinta alam, dan paskibraka. Penerapan kegiatan ekstrakurikuler di sekolah dapat dilakukan dengan berbagai bidang sesuai dengan kondisi dan sarana prasarana pendukung yang ada di lingkungan sekolah.
Ekstrakurikuler olahraga merupakan salah satu contoh wadah untuk memberikan kesempatan kepada siswa dengan gaya belajar kinestetik dalam mengembangkan potensi diri. Ekstrakurikuler olahraga merupakan kegiatan ekstrakurikuler yang lebih mengedepankan praktik atau kegiatan di luar kelas. Pada dasarnya ekstrakurikuler ini dilaksanakan pada fasilitas yang sudah dimiliki sekolah.
Ekstrakurikuler merupakan salah satu program yang sangat penting dan wajib direncanakan dan dilaksanakan di setiap sekolah. Selain untuk mewadahi minat dan bakat siswa, kegiatan ekstrakurikuler banyak memiliki hal positif yang dapat diambil dari keikutsertaan kegiatan ekstrakurikuler.
Sepintas, sebagian siswa berkarier dan akhirnya berprestasi karena fokus, konsisten dalam mengikuti kegiatan ekstrakurikuler. Bahwa karier dan prestasi bukan hanya dilihat dari potensi secara akademik, tetapi prestasi dapat dilihat dari berbagai bidang, seperti seni, kompetensi/skill dan bidang olahraga. Oleh karena itu, ekstrakurikuler merupakan salah satu akses penting dalam meningkatkan prestasi siswa di berbagai bidang. Bahkan, banyak sekali siswa yang berprestasi karena ekstrakurikuler baik berprestasi di kancah provinsi, nasional maupun internasional.
Tidak sedikit siswa yang sukses diawali dari kegiatan ekstrakurikuler olahraga. Dari keberhasilan itu ia mendapatkan penghargaan dari pemerintah berupa dana pembinaan hingga pengangkatan sebagai pegawai negeri sipil. Selain itu, penghargaan juga diberikan oleh sekolah kepada siswa yang berprestasi meskipun tidak sebesar pemerintah provinsi dan pusat. Namun, kesempatan ini membangkitkan motivasi siswa terus melejit. Maka dari itu, kegiatan ekstrakurikuler dijadikan kegiatan wajib bagi siswa dalam mengembangkan kreativitas minat dan bakatnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20230824_-Adi-Kusumardi-Guru-SMKN-1-Muntok.jpg)