Berita Pangkalpinang
Konten Beri Makan Buaya Timbulkan Bahaya, BKSDA Beri Peringatan Content Creator asal Pangkalpinang
Aktivitas memberikan makan pada satwa liar termasuk buaya yang muncul di beberapa kolong merupakan kegiatan yang berbahaya.
Penulis: Rifqi Nugroho | Editor: nurhayati
BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Kepala Resor Konservasi Eksitu Wilayah XVII Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Selatan, Ahmad Fadhli, menyampaikan, aktivitas memberikan makan pada satwa liar termasuk buaya yang muncul di beberapa kolong merupakan kegiatan yang berbahaya.
Baru-baru ini media sosial diramaikan oleh content creator asal Kota Pangkalpinang yang sering mengabadikan momen kemunculan buaya di berbagai tempat.
Baca juga: Buaya Kerap Muncul di Sungai dan Laut, Alobi Ingatkan Masuk Musim Kawin Bisa Semakin Agresif
Baca juga: Postingan Anggota DPRD Bangka Selatan Viral Usai Duduk dan Bakar Buaya, Yogi Minta Maaf
Pada tayangan yang ia buat, terlihat buaya kerap muncul dan diberikan makan berupa potongan daging ayam saat berada di daerah beberapa daerah, seperti Kolong Kacangpedang, Air Mawar, dan juga aliran air kawasan Kulan.
Tak ayal, tayangan di medsos itu banyak menyita perhatian masyarakat yang ingin menyaksikan sehingga sudah diputar ribuan kali.
"BKSDA, bersama pemerintah daerah setempat sebenarnya sudah memperingatkan pada yang bersangkutan. Bagaimana pun, jika satwa liar sering diberikan makan pasti akan lebih sering muncul (kembali) dan itu berbahaya," tegas Ahmad Fadhli pada Bangkapos.com, Jumat (8/9/2023).
Menurutnya, apabila buaya tersebut sering muncul akan berpotensi membahayakan masyarakat yang ada di kawasan itu.
"Otomatis, jika sering diberikan makanan terus menurus akan kembali lagi. Jadi konten memberi makan buaya itu sebenarnya tidak dibenarkan," kata Fadhli.
Baca juga: Pilu Pria di Bangka Selatan Jadi Saksi Istri Tewas Diterkam Buaya
Baca juga: Detik-detik Lahi Bergelut dengan Buaya 6 Meter Demi Selamatkan Nyawa Istri, Mitosnya Buaya Siluman
Lebih lanjut ia juga menyebutkan jika beberapa kolong yang ada di Kota Pangkalpinang memiliki aliran yang langsung menuju muara sungai, sehingga menjadi habitat buaya jenis muara untuk mencari makan.
"Kalau di Bangka itu yang ada jenis buaya muara saja, sesuai namanya (habitat) pasti di daerah aliran muara sungai. Kolong di sini kan aliran langsung ke laut atau muara jadi menyambung," ucapnya.
(Bangkapos.com/Rifqi Nugroho)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20230609-Buaya-yang-sedang-makan-satu-ekor-ayam-di-sungai-Jembatan-12.jpg)