Rabu, 8 April 2026

Mengenal Gatot Wardoyo, Universitas TULANE New Orleans yang Suka Musik Reggae

Seorang pria dengan zodiak Sagitarius dan shio Naga ini telah memiliki minat yang mendalam dalam dunia fotografi sejak masa mudanya

|
ISTIMEWA
Christianus Laurentius Gatot Wardoyo 

BANGKAPOS.COM -- Christianus Laurentius Gatot Wardoyo, S.H, LL.M, lahir di Madiun pada 13 Desember 1953.

Seorang pria dengan zodiak Sagitarius dan shio Naga ini telah memiliki minat yang mendalam dalam dunia fotografi sejak masa mudanya.

Momen-momen penting dalam hidupnya dan orang-orang tercintanya telah diabadikan dengan tekun dalam berbagai bentuk foto yang merefleksikan kehidupan.

Minatnya dalam fotografi lebih berfokus pada panorama, flora, fauna, dan bangunan-bangunan ikonik.

Gatot Wardoyo atau yang kerap dipanggil Pak Kris. Pendidikannya dimulai dari masa kecil hingga SMA di Madiun.

Ia kemudian melanjutkan studi di Fakultas Hukum Universitas Diponegoro dengan jurusan hukum dagang dan lulus pada tahun 1978.

Beasiswa dari Bank Negara Indonesia dan HIID (Harvard Institute for International Development) memungkinkannya melanjutkan pendidikan master di Tulane University, New Orleans, Louisiana, dengan spesialisasi dalam hukum dagang internasional dari tahun 1986 hingga pertengahan tahun 1987.

Meskipun program beasiswa berlangsung selama dua tahun, Pak Kris berhasil menyelesaikannya hanya dalam satu setengah tahun dan menjadi salah satu dari dua orang pertama yang meraih gelar LL.M (Master of Law) di tempat ia belajar, di mana mayoritas lulusan master saat itu lebih cenderung memperoleh gelar MBA.

Pak Kris Gatot Wardoyo mendapat promosi jabatan dan bekerja di Divisi Hukum, setelah menyelesaikan pendidikannya.

Tidak hanya itu, ia juga menjadi pengajar di sebuah lembaga pendidikan di bidang hukum perbankan.

Seiring berjalannya waktu, ia beralih ke bidang operasional. Dari situ, ia memulai karir sebagai wakil pemimpin cabang bank kelas dua selama kurang lebih satu tahun.

Selanjutnya, ia naik menjadi pemimpin cabang bank kelas dua, lalu pemimpin cabang bank kelas satu hingga akhirnya pensiun dini saat menjabat sebagai pemimpin cabang kelas satu plus.

Pada masa pensiunnya, Pak Kris Gatot Wardoyo masih aktif sebagai pengajar paruh waktu (dosen tamu) di sebuah universitas swasta nasional di fakultas hukum, dengan spesialisasi hukum perbankan.

Di waktu senggangnya, ia juga berperan aktif di gereja sebagai wakil pastur (pro-diakon) selama 10 tahun.

Selama periode tersebut, ia memberikan pelayanan doa kepada umat yang sakit bersama-sama dengan pastur dan masyarakat sekitar di gerejanya. Ia juga pernah menjadi pamong wilayah umat Katolik di daerah tempat tinggalnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved