Selasa, 21 April 2026

Mengenal Gatot Wardoyo, Universitas TULANE New Orleans yang Suka Musik Reggae

Seorang pria dengan zodiak Sagitarius dan shio Naga ini telah memiliki minat yang mendalam dalam dunia fotografi sejak masa mudanya

|
ISTIMEWA
Christianus Laurentius Gatot Wardoyo 

Kalau ada waktu luang, Pak Kris sangat menikmati minum kopi hitam panas dan minuman dingin green tea latte sambil menikmati musik reggae, pop country, dan musik meditasi.

Salah satu penyanyi favoritnya adalah Don William, seorang musisi pop country. Pak Kris juga memiliki minat dalam berbagai kuliner dari seluruh dunia, meskipun makanan favoritnya tetap kembali kepada selera masa kecilnya, yaitu pecel Madiun dan kerupuk rambak kulit sapi.

Ia juga gemar menghabiskan waktu di bioskop untuk menikmati berbagai genre film, termasuk film-film superhero yang digemari oleh generasi muda.

Namun, di antara semua film yang ia tonton, film "The Passion of The Christ" selalu menggantung dalam ingatannya, karena film tersebut mencerminkan iman yang dalam baginya.

Sebagai seorang pelayan umat, pendoa, pengajar, dan kepala keluarga, Pak Kris selalu memegang teguh prinsip hidup "Ad Maiorem Dei Gloriam," yang berarti bahwa setiap sikap, keputusan, dan perbuatan yang diambil, baik yang kecil maupun besar, seharusnya selaras dengan nilai-nilai luhur dan mulia.

Baginya, nilai-nilai tersebut adalah bagian dari hakikat Allah yang menciptakan dan memelihara perkembangan kita.

Setiap hari, sebelum memulai dan mengakhiri harinya, Pak Kris meluangkan waktu sejenak untuk merenung dan meditasi, karena baginya, semua keputusan dan tindakan yang ia lakukan haruslah diarahkan kepada kemuliaan Tuhan.

Berasal dari keluarga yang sederhana di Madiun, Pak Kris diajarkan dengan yang tegas dalam menjalankan nilai-nilai sopan santun dan budi pekerti budaya Jawa.

Ayahnya juga merupakan seorang musisi yang mahir bermain biola dan senang mempelajari penanggalan Jawa kuno. Hal ini membuat Pak Kris sejak kecil sudah menikmati musik.

Sifat pembelajarannya dan pekerjaan sebagai pengajar, ia warisi dari ibunya.

Ia menemukan banyak ketenangan dalam hidup, kebahagiaan, hubungan sosial yang membangun, dan berkah-berkah kehidupan melalui orang-orang yang dilayaninya dalam pelayanan sosial kepada masyarakat.

Pak Kris selalu menggambarkan dirinya sebagai seseorang yang hidup dengan sederhana, sebagai seorang murid kehidupan yang menghargai kesederhanaan.

Ini adalah ajaran yang diterima dari kedua orangtuanya untuk mensyukuri apa pun yang dimiliki dan hidup dengan cukup.

Menurutnya, dalam kesederhanaan, kita akan menemukan kemuliaan Tuhan. Pengalaman tersebut merupakan pengalaman paling berarti dalam hidupnya, ketika ia memutuskan untuk menjadi seorang Katolik dan mulai melayani sesama.

Sejak ia memeluk agama Kristiani, Pak Gatot Wardoyo telah mengalami banyak berkat dalam hidupnya, meskipun juga menghadapi banyak tantangan.

Tantangan dalam dunia kerja yang penuh persaingan dan stereotip sosial terkadang membuatnya sulit untuk mengembangkan karier.

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved