Tribunners
Cerdas dalam Memilih
Dalam memilih wakil rakyat bukanlah dilihat dari aspek visual, yang menitikberatkan pada hal-hal yang tampak dari luarnya
Setelah mengetahui aspirasi politik pribadi, pemilih dapat mencermati program dan gagasan yang ditawarkan oleh caleg. Langkah tersebut harus diimbangi dengan pengamatan rekam jejak calon. Jangan sampai, program yang ditawarkan hanya berupa janji tanpa adanya realisasi.
Pada sisi lain partisipasi masyarakat dalam pemilu menjadi salah satu penentu kemajuan bangsa. Sayangnya, masyarakat saat ini lebih banyak menjadi komoditas politik semata. Mereka hanya dijadikan alat para politisi untuk duduk menjadi wakil rakyat. Bukan sesuatu yang aneh bila ada wakil rakyat yang bahagia, sementara rakyatnya menderita.
Di sisi lain, masih ada apatisme masyarakat terhadap wakil rakyat mereka. Masyarakat sebenarnya punya peran besar untuk kritis dan selektif dalam memilih wakil mereka. Dengan menjadi masyarakat yang kritis dan selektif serta berkualitas, diharapkan wakil rakyat yang terpilih adalah benar-benar insan yang mampu dan mau berjuang untuk kepentingan masyarakat.
Bagaimana dengan Anda, sebagai warga negara Indonesia? Apakah sudah memiliki calon wakil rakyat yang sesuai dengan hati nurani dalam pemilihan legislatif tahun depan? Ayo kite memilih, memilih pemimpin negara dan wakil rakyat dengan baik sesuai dengan hati nurani dan berjuang untuk menyejahterakan kita sebagai rakyat Indonesia. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20231016_Rusmin-Sopian-Penulis-yang-Tinggal-di-Toboali.jpg)