Selasa, 28 April 2026

Profil Tokoh

Sosok Erick Samuel Paat, Pengacara yang Laporkan Jokowi dan Keluarga ke KPK, Pernah Bela PDIP

Erick tergabung dalam TPDI yang juga memiliki hubungan dengan Partai besutan Megawati Soekarnoputri, PDI Perjuangan (PDIP)

Tribunnews
Sosok Erick Samuel Paat, Pengacara yang Laporkan Jokowi dan Keluarga ke KPK, Pernah Bela PDIP 

BANGKAPOS.COM- Pengacara Erick Samuel Paat atau Erick S Paat baru-baru ini jadi sorotan usai berani melaporkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan sejumlah keluarganya ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Diketahui Erick melaporkan empat orang di antaranya Presiden Jokowi, Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Anwar Usman, Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka, dan Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep, Senin, (23/10/2023).

Sang pengacara melaporkan Presiden Jokowi dan keluarga terkait dengan dugaan Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN).

Pelaporan itu pun diterima langsung oleh KPK dengan nomor informasi 2023-A-04294 yang ditandatangani oleh Maria Josephine Wak.

Erick mengatakan, keluarga Presiden ini dilaporkan oleh Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI) dan Persatuan Advokat Nusantara (Perekat Nusantara).

Dalam pelaporan ini, Erick bertindak sebagai Koordinator TPDI.

"Kami dua kelompok, TPDI dan Perekat Nusantara, untuk melaporkan dugaannya kolusi, nepotisme yang diduga dilakukan oleh Presiden Joko Widodo, Ketua MK Anwar, Gibran, dan Kaesang, dan lain-lain," kata Erick kepada wartawan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Senin, seperti dikutip dari Kompas.com.

Lantas, seperti apa sosok Erick S Paat yang nekat dan berani melaporkan orang nomor satu di Indonesia beserta keluarganya?

Sosok Erick Samuel Paat

Sosok Erick Samuel Paat, Pengacara yang Laporkan Jokowi dan Keluarga ke KPK, Pernah Bela PDIP
Sosok Erick Samuel Paat, Pengacara yang Laporkan Jokowi dan Keluarga ke KPK, Pernah Bela PDIP (Tribunnews)

Erick Samuel Paat lahir di Banjarmasin, 30 Januari 1959.

Ia kini tercatat aktif sebagai Koordinator Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI) yang berisi para ahli hukum.

TPDI juga memiliki hubungan dengan Partai besutan Megawati Soekarnoputri, PDI Perjuangan (PDIP).

Mereka juga pernah membela PDIP dan Megawati dalam kasus 27 Juli 1996.

Di dalam TPDI, terdapat sejumlah aktivis di antaranya Petrus Selestinus, Nusyahbani Katjasungkana, Didik Supriyanto, Sugeng Teguh Santoso, Erick S Paat, Trimedya Panjaitan, serta Erlina Tambunan.

Adapula Gilbert Silitonga, Pantas Nainggolan, Simeon Petrus, Stefanus Dionysous, Tumbu Saraswati, Berlin Pandiangan, dan Edi Sadikun.

Sosok aktivis lain yang ada di TPDI adalah Kaspudin Nor, Firman Akbar, Hasoloan Hutabarat, Netty Saragih, Martin Erwan, Terkelin Brahmana, dan Saut Pangaribuan.

Sumber: bangkapos
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved