Sumpah Pemuda, Sejarah dan Maknanya Bagi Bangsa Indonesia Serta Tokoh-tokoh Penting Didalamnya

Ikrar ini merupakan sebuah tekad dan semangat para pemuda-pemudi Indonesia dalam menegakkan kemerdekaan dari jajahan negara asing.

Penulis: M Zulkodri CC | Editor: Evan Saputra
YouTube via Tribunnews.com
Sumpah Pemuda, Sejarah dan Maknanya Bagi Bangsa Indonesia Serta Tokoh-tokoh Penting Didalamnya 

BANGKAPOS.COM--Sumpah Pemuda memiliki cerita sejarah dan tujuan yang sakral bagi bangsa Indonesia.

Ikrar ini merupakan sebuah tekad dan semangat para pemuda-pemudi Indonesia dalam menegakkan kemerdekaan dari jajahan negara asing.

Kongres pemuda 2 diselenggarakan pada 27-28 Oktober 1928 di Weltevreden oleh sebuah panitia dengan susunan sebagai berikut:

  • Ketua: Soegondo Djojopoespito (PPPI)
  • Wakil Ketua: R.M. Djoko Marsaid (Jong Java)
  • Sekretaris: Muhammad Yamin (Jong Sumatranen Bond)
  • Bendahara: Amir Sjarifuddin (Jong Bataks Bond)
  • Pembantu I: Djohan Mohammad Tjaja (Jong Islamieten Bond)
  • Pembantu II: R. Katja Soengkana (Pemuda Indonesia)
  • Pembantu III: R. C. L. Senduk (Jong Celebes)
  • Pembantu IV: Johannes Leimena (Jong Ambon)
  • Pembantu V: Rochjani Soe’oed (Pemoeda Kaoem Betawi)

Berikut ini adalah isi dari Kongres Sumpah Pemuda II tanggal 28 Oktober 1928:

  1. Kami poetra dan poetri Indonesia, mengakoe bertoempah darah jang satoe, tanah Indonesia.
  2. Kami poetra dan poetri Indonesia mengakoe berbangsa jang satoe, bangsa Indonesia.
  3. Kami poetra dan poetri Indonesia mendjoendjoeng bahasa persatoean, bahasa Indonesia.

Para tokoh yang terlibat dalam Kongres Pemuda II juga memiliki peran penting dalam peristiwa tersebut. Mereka adalah:

1. Muhammad Yamin: Merupakan penyair puisi gaya modern dan pencipta ikrar Sumpah Pemuda yang menetapkan Bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional.

2. S. Mangoensarkoro: Aktivis pendidikan yang berbicara tentang pentingnya pendidikan untuk rakyat Indonesia.

3. Theodora Athia Salim (Dolly Salim): Melantunkan lagu Indonesia Raya dan mengganti kata 'merdeka' agar tidak memicu penangkapan tokoh lain.

4. Amir Syarifuddin: Wakil ketua Jong Batak Bond yang berkontribusi dalam perumusan Sumpah Pemuda.

5. W.R. Supratman: Pencipta lagu Indonesia Raya yang menjadi lagu kemerdekaan Indonesia.

6. Soenario Prof. Mr. Soenari Sastrowardoyo: Penasehat panitia dalam merumuskan Sumpah Pemuda.

7. J. Leimena: Anggota panitia Kongres Pemuda II yang aktif dalam organisasi pemuda Jong Ambon.

8. Soegondo Dojojopoepito: Ketua Persatuan Pemuda Indonesia di Belanda yang membantu dalam menciptakan ikrar Sumpah Pemuda.

9. Djoko Marsaid: Wakil ketua Kongres Pemuda II yang mendampingi Soegondo Djojopoespito.

Sebagai generasi penerus bangsa, penting untuk tetap menjunjung tinggi rasa nasionalisme dan memiliki rasa persatuan yang tinggi, sebagaimana yang tercermin dalam Sumpah Pemuda.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved