Bangka Pos Hari Ini

Istri Bom Bom Syok

Diah menikah dengan Bom Bom pada Juli 2021 di Garut, Jawa Barat. Setelah menikah, mereka tinggal di kawasan Transmigrasi Jebus

Bangkapos.com/Anthoni Ramli
Ariandi Permana alias Bom Bom saat ditangkap tim Tabur Kejagung RI 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Perempuan 30 tahun itu syok saat mendapati anaknya diantar pulang oleh petugas Kejaksaan Negeri Bangka Barat.

Perasaan itu semakin dalam seiring kabar bahwa suaminya diduga terlibat kasus korupsi yang kerugian disebut mencapai Rp5,4 miliar.

Begitulah Diah Khairunisa, istri Ariandi Pramana alias Bom Bom. Perasaan itu dialaminya pada Agustus 2023 lalu.

Bertepatan dengan itu, perempuan asal Garut, Jawa Barat tersebut baru tahu masalah yang dihadapi suaminya.

Bom Bom, suami Diah, saat ini mendekam di Lapas Tuatunu, Pangkalpinang.

Dia sedang menjalani proses sidang kasus dugaan korupsi Penyalahgunaan Penataan Aset Pelaksanaan Pengembangan Permukiman Transmigrasi di Desa Jebus, Kabupaten Bangka Barat Tahun 2021.

"Saya syok setengah mati waktu itu," ujar Diah saat ditemui Bangka Pos di sebuah rumah kontrakan di Mentok, Kabupaten Bangka Barat, Jumat (27/10).

Diah menikah dengan Bom Bom pada Juli 2021 di Garut, Jawa Barat. Setelah menikah, mereka tinggal di kawasan Transmigrasi Jebus.

Sebelum pindah ke Mentok pada Januari 2023, Diah hanya tahu bahwa Bom Bom merupakan honorer yang menempati rumah dinas di kampung transmigrasi Jebus dan mengurus kebutuhan
warga di sana.

"Kerjaannya itu ya ngurus-ngurus keperluan warga di trans (kampung transmigrasi Jebus) itulah, misalnya kayak ngidupin mesin air," ucap Diah.

Selain itu, kata Diah, suaminya juga kerap diminta tolong untuk ngobatin orang yang sakit, bisa dibilang sebagai dukun kampung atau tabib.

"Kadang-kadang ada yang sakit minta diobatin sama suami saya dan biasanya dikasih lah saya Rp50 ribu atau Rp100 ribu. Kalau cuma ngarepin (mengharap-red) gaji honorer, mana cukup," jelasnya.

Lebih lanjut, dirinya juga mengaku tidak tau menahu tentang perkara yang menerpa suaminya itu.

Pasalnya kata dia, ketika ada tamu dari dinas atau rekan kerja Bom Bom yang datang ke rumah mereka (rumah dinas di lahan transmigrasi Jebus), selalu ngobrolnya di balai dekat sampai rumah.

Selain itu, jika dirinya bertanya mengenai pekerjaan tersebut, suaminya tidak banyak menjelaskan.

Sumber: bangkapos
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved