Tribunners
Solidaritas Sahabat Alumni
Kasus Kang Enuh mencerminkan kualitas-kualitas persahabatan sejati itu masih terpelihara
Kedua, kejujuran dan keandalan. Sahabat sejati itu jujur, apa adanya dan bisa diandalkan. Mereka menepati janji, melaksanakan komitmen, dan selalu siap sedia, kapan saja dibutuhkan. Mereka mandiri dan bisa diandalkan dalam pemberian dukungan dan dorongan ketika salah seorang di antara mereka membutuhkan bantuan.
Ketiga, penghargaan dan empati. Sahabat sejati saling menghargai dan berempati. Mereka memahami dan menghargai perbedaan masing-masing, dan mereka tidak menilai atau mengecam sahabatnya karena perbedaan keyakinan, nilai, atau pengalaman. Mereka murah hati, penuh kasih, dan mudah memahami serta berupaya memandang dari sudut pandang sahabatnya.
Keempat, komunikasi dan mendengar aktif. Para sahabat sejati berkomunikasi secara terbuka dan jujur satu sama lain. Mereka selalu aktif saling mendengarkan tentang berbagai kebutuhan, keprihatinan, dan perasaan masing-masing. Mereka selalu ingin mendengarkan, meskipun mereka mungkin tidak setuju.
Kelima, berbagi minat dan nilai. Para sahabat sejati berbagi nilai dan minat yang sama. Mereka senang menghabiskan waktu bersama, terlibat dalam berbagai kegiatan yang mereka sukai bersama dan mengeksplorasi pengalaman-pengalaman baru. Mereka juga berbagi rasa humor dan mereka tidak takut untuk menertawakan kekonyolan mereka masing-masing.
Keenam, dukungan dan dorongan. Sahabat-sahabat sejati memberikan dukungan dan dorongan satu sama lain. Mereka merayakan kesuksesan sahabat mereka, dan memberi hiburan dan dukungan selama masa-masa sulit, sekaligus memberikan ruangan yang aman dan suportif bagi satu sama lain untuk terus bertumbuh dan bereksplorasi.
Ketujuh, waktu dan usaha. Para sahabat sejati menginvestasikan waktu dan upaya dalam relasi mereka. Mereka berusaha untuk tetap dekat, rutin bertemu, dan mengikuti berbagai kegiatan bersama. Mereka memprioritaskan hubungan mereka di dalam kehidupan.
Kesimpulan
Sahabat sejati memiliki gabungan kualitas yang membuat hubungan menjadi kuat, bertahan lama, dan berarti. Kualitas-kualitas itu mencakup kejujuran dan autentisitas, kepercayaan dan keandalan, rasa hormat dan empati, komunikasi dan aktif mendengarkan, berbagi minat dan nilai, memberi dukungan dan dorongan, serta mengorban waktu dan upaya.
Kasus Kang Enuh mencerminkan kualitas-kualitas persahabatan sejati itu masih terpelihara di tengah kehidupan yang makin individualistis akibat persaingan. Apa yang ditunjukkan oleh alumni ITB Program Studi Kelautan ini menjadi cermin bagi kita untuk berkaca. Proses pendidikan yang kita jalani selama masa kuliah, terutama ketika sedang merantau, tak sekadar memberi kesempatan untuk menimba ilmu, tetapi juga peluang untuk menjalin persahabatan yang tak lekang oleh waktu. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20231104_John-de-Santo-Pendidik-dan-Pengasuh-Rumah-Belajar-Bhinneka.jpg)