Tribunners
ABM 2023 dan Pembelajaran Berdiferensiasi
Pembelajaran berdiferensiasi adalah konsep utama yang mengintegrasikan perbedaan siswa, seperti kesiapan, ketertarikan, dan cara mereka belajar
Oleh: Adi Kusumardi, S.T., M.Pd. - Guru SMKN 1 Muntok
AKHIR tahun pembelajaran semester ganjil 2023-2024, pemerintah melalui program Kemdikbudristek melaksanakan asesmen bakat minat (ABM), yakni tes yang menilai potensi setiap siswa untuk memprediksi kemampuan dan minat mereka dalam bidang tertentu. Potensi yang dimaksud terkait dengan pendidikan dan karier.
Asesmen bakat minat sebagai program Kemdikbudristek dan dilaksanakan oleh Balai Pengelolaan Pengujian Pendidikan Badan Standar, Asesmen Pendidikan, dan Kurikulum. Asesmen bakat minat bertujuan untuk mengumpulkan informasi tentang kemampuan siswa dalam bidang tertentu dengan menggunakan sejumlah aspek yang terukur.
Menurut Howard Gardner dalam teori kecerdasan majemuk, bakat adalah kemampuan unik yang dimiliki seseorang sejak lahir dan dapat ditingkatkan melalui latihan. Adapun Lewis Terman seorang psikolog berpendapat, bakat adalah potensi bawaan yang ketika dikembangkan dengan baik, dapat menghasilkan kinerja yang luar biasa. Meskipun bakat adalah sifat alami, perlu diingat bahwa bakat juga dapat dikembangkan melalui latihan, pelatihan, dan pengalaman.
John Holland dalam teori minat dan kecocokan pekerjaan, berpendapat minat adalah keinginan atau kecenderungan yang kuat terhadap suatu aktivitas atau bidang tertentu. Sementara itu, Edward Thorndike seorang psikolog menyatakan minat memengaruhi perilaku manusia dan dapat memengaruhi pilihan karier dan kepuasan hidup. Faktor-faktor seperti pengalaman pribadi, lingkungan, dan interaksi dengan berbagai kegiatan adalah beberapa sumber minat.
Jadi, dapat disimpulkan bahwa minat adalah keinginan atau kecenderungan terhadap suatu hal, sedangkan bakat adalah kemampuan khusus yang dimiliki seseorang secara alami. Mengidentifikasi minat dan bakat siswa adalah proses yang terus-menerus. Untuk itu pelaksanaan ABM selayaknya dilaksanakan lebih awal misalnya di awal pembelajaran (PPDB).
Berkomunikasi dengan orang tua, berinteraksi dengan siswa, dan menggunakan berbagai alat asesmen adalah beberapa sumber informasi yang dapat membantu mengatasi masalah ini. Selain itu, bekerja sama dengan ahli pendidikan dan konselor dapat membantu menemukan minat dan bakat siswa secara menyeluruh.
ABM bagi Siswa-siswi yang Masih Duduk di Kelas 12
Beberapa ahli berpendapat bahwa asesmen bakat dan minat adalah tes yang dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui atau memprediksi arah bakat dan minat peserta didik di bidang akademik dan profesional. Tes ini dilakukan sesuai dengan standar psikologis untuk menilai kemampuan seseorang secara lebih mendalam, dan hasilnya dapat digunakan sebagai referensi untuk memilih jurusan kuliah atau pekerjaan yang sesuai.
Asesmen bakat minat tidak disusun berdasarkan silabus mata pelajaran tertentu, daya nalar adalah faktor utama dalam menentukan jawaban. Tetapi dalam ABM disusun dalam bentuk tes bakat dan minat, kemampuan verbal, numerik, logika, pengetahuan umum, konsep dasar mekanika, spasial, kecepatan, dan ingatan diukur.
Setelah asesmen selesai, sangat penting untuk memberikan umpan balik kepada siswa dan berbicara bersama tentang hasilnya. Hasil asesmen dapat digunakan sebagai referensi untuk membuat rencana pendidikan atau karier yang sesuai dengan bakat dan minat siswa. Selain itu, adalah bijaksana untuk mengatur pertemuan tambahan untuk memperbarui asesmen dan memberikan dukungan yang diperlukan sepanjang waktu.
Untuk membantu semua siswa berkembang, informasi ini akan diberikan kepada sekolah, orang tua, dan murid. Proses pengembangan diri peserta didik akan lebih terarah dan terencana jika ada arahan yang jelas. Hasil ABM dapat membantu siswa saat memilih jenjang pendidikan lebih tinggi (seperti kuliah) lebih terarah atau mengembangkan potensi mereka di tempat baru.
Bagaimana dengan siswa-siswi yang masih duduk di bangku kelas 10 dan 11? Siswa kelas 10 dan 11 sering dihadapkan pada keputusan tentang mata pelajaran, karier, dan perguruan tinggi, jadi ABM dapat sangat membantu mereka. Hal ini sejalan dengan apa yang diinginkan oleh pembelajaran berdiferensiasi pada Kurikulum Merdeka. Dalam melaksanakan pembelajaran berdiferensiasi tujuan utama ABM adalah memastikan bahwa semua siswa memiliki akses ke pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan dan potensi mereka.
Pembelajaran berdiferensiasi mengedepankan gagasan bahwa setiap orang memiliki minat, potensi, dan bakat yang berbeda. Guru harus memiliki kemampuan untuk memanfaatkan perbedaan ini dengan cara yang tepat. Dalam diferensiasi konten, guru mengajar materi yang sama tetapi mengubah cara mereka menyajikannya, tingkat kesulitan, atau jenis tugas yang diberikan kepada siswa. Pendekatan ini dimaksudkan untuk memenuhi perbedaan individual di antara siswa dalam hal tingkat pemahaman, minat, dan gaya belajar.
Paradigma pembelajaran berdiferensiasi mengakui bahwa setiap siswa memiliki karakteristik unik dan memberikan kebutuhan yang dibutuhkan siswa. Input yang berbeda adalah alasan mengapa siswa dibesarkan dalam lingkungan dan budaya yang berbeda. Akibatnya, perbedaan yang ada pada siswa harus diperhatikan. Untuk memahami minat dan bakat siswa, berbagai pendekatan digunakan dalam pembelajaran.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20231126_Adi-Kusumardi_Guru_SMKN-1_Muntok.jpg)