Sabtu, 13 Juni 2026

Tribunners

ABM 2023 dan Pembelajaran Berdiferensiasi

Pembelajaran berdiferensiasi adalah konsep utama yang mengintegrasikan perbedaan siswa, seperti kesiapan, ketertarikan, dan cara mereka belajar

Tayang:
Editor: suhendri
ISTIMEWA
Adi Kusumardi, S.T., M.Pd. - Guru SMKN 1 Muntok 

Berdasarkan fakta di lapangan diferensiasi konten terhadap siswa terlihat, bahwa adanya berbagai latar belakang; (1) Siswa yang berasal dari berbagai sekolah (SMP, sanawiah, pondok pesantren, dan paket B) dengan keyakinan jika kemampuannya juga berbeda; (2) Status keluarga, seperti yatim, piatu, yatim-piatu, atau broken home; (3) Ekonomi keluarga, seperti buruh, petani, dan beberapa pegawai negeri; (4) Gaya pembelajaran siswa biasanya menggunakan media visual, audio, atau video;

(5) Bakat yang unik; bakat verbal (seperti mendongeng atau berpidato); bakat numerikal (seperti berhitung); bakat skolastik (seperti memahami pola); bakat mekanik (seperti mengutak-atik mesin); bakat spasial (seperti fotografi) bakat klerikal (seperti teliti) dan; bakat linguistik (seperti menulis sastra); (6) Minat yang menarik; minat pada bidang ilmu tertentu (matematika, akuntansi); minat pada jenis olahraga tertentu (sepak bola, atletik); minat pada bidang seni (musik, lukis); minat pada hobi tertentu (pendakian).

Pembelajaran berdiferensiasi (PB) adalah konsep utama yang mengintegrasikan perbedaan siswa, seperti kesiapan, ketertarikan, dan cara mereka belajar. Materi, perbedaan dalam pelaksanaan, dan hasil akhir menyusun pembelajaran untuk mencapai tujuan. Meningkatkan kreativitas dan keinginan untuk belajar akan menghasilkan pembelajaran yang lebih bermakna dengan menggunakan pendekatan mengajar berdiferensiasi.

Pembelajaran berdiferensiasi adalah paradigma pembelajaran baru yang dimaksudkan untuk diterapkan dalam Kurikulum Merdeka. Guru harus benar-benar memahami apa, mengapa, dan bagaimana pembelajaran dapat ditingkatkan.

Pembelajaran yang berdasarkan konten mencakup: 1) analisis kesiapan belajar siswa yang berkaitan dengan materi yang akan diajarkan; 2) minat siswa, di mana guru harus mendorong siswa untuk berpartisipasi lebih aktif dalam pembelajaran. Guru bertanggung jawab untuk menjaga minat siswa dengan gaya belajar dan metode yang berbeda; 3) membuat peta kebutuhan belajar berdasarkan indikator profil siswa yang dapat memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar dengan cara yang alami dan efektif menggunakan metode yang dibutuhkan.

Kemampuan guru untuk bekerja sama dalam pembelajaran sangat penting. Informasi tentang bakat dan minat yang dimiliki siswa digunakan sebagai dasar untuk materi atau pengetahuan baru yang akan dipelajari. Tujuan identifikasi tersebut untuk mengidentifikasi kebutuhan belajar siswa mengacu pada tingkat kesiapan belajar siswa. Dengan demikian, guru dapat menyiapkan pelajaran untuk siswa sesuai dengan tingkat kesiapan belajar mereka sehingga mereka dapat memenuhi kebutuhan belajar mereka.

Meskipun guru telah melaksanakan berbagai metode dalam menemukan minat dan bakat siswa baik secara individu maupun kelompok tentunya terdapat keterbatasan. Guru sering kali tidak memiliki cukup waktu untuk mengenal setiap siswa secara menyeluruh, terutama dalam kelas yang luas. Ini dapat membuat sulit bagi guru untuk menilai bakat dan minat setiap siswa secara menyeluruh.

Guru mungkin tidak dapat melihat semua minat dan bakat siswa dalam situasi kelas atau kegiatan tertentu. Beberapa siswa mungkin memiliki minat atau bakat tertentu yang tidak terungkap dalam lingkungan kelas normal. Persepsi dan penilaian subjektif guru dapat memengaruhi penilaian bakat dan minat.

Guru mungkin cenderung menilai bakat dan minat berdasarkan preferensi atau perspektif pribadi mereka. Minat dan bakat siswa dapat berkembang seiring waktu, tetapi pengenalan dan penilaian bakat yang tidak berubah mungkin tidak mencerminkan perkembangan ini.

Guru mungkin tidak selalu dapat mengamati perubahan minat dan bakat setiap siswa. Beberapa guru mungkin tidak memahami atau tidak tahu tentang berbagai jenis bakat dan minat. Ketidaktahuan ini dapat membatasi kemampuan guru untuk mengidentifikasi dan mendukung bakat dan minat yang mungkin kurang familier bagi mereka. Jika guru mengandalkan stereotipe atau prasangka terhadap bakat dan minat siswa, hal itu dapat menghalangi penilaian yang objektif. Beberapa siswa mungkin tidak diakui secara optimal jika stereotipe memengaruhi cara guru melihat mereka. 

Alat asesmen yang digunakan mungkin tidak cukup mendalam atau relevan untuk menggali bakat dan minat secara menyeluruh. Beberapa alat atau tes mungkin tidak dapat menangkap aspek-aspek yang lebih kompleks dari bakat atau minat.

Oleh karena itu, asesmen bakat minat (ABM) sangat penting dalam pembelajaran berdiferensiasi sebagaimana yang diinginkan oleh Kurikulum Merdeka. Melaksanakan ABM di kelas 10 berarti mempermudah dan membantu guru dalam menemukan bakat dan minat siswa dengan keakuratan lebih baik dibandingkan secara manual. Dengan demikian, guru lebih leluasa untuk merencanakan pembelajaran, melaksanakan pembelajaran dengan model, metode dan media yang bervariasi.

Peran guru dan manajemen pembelajaran memengaruhi keberhasilan interaksi pendidikan. Sebagai pemimpin pembelajaran, guru harus menerima berbagai karakter dan mengembangkan potensi siswa mereka sesuai dengan kemampuan pedagogis, yaitu mengelola pembelajaran.

Tes bakat dan minat membantu siswa memahami lebih baik tentang diri mereka sendiri, termasuk kekuatan, kelemahan, minat, dan potensi mereka dalam berbagai hal. Tes ini juga dapat membantu siswa memilih mata pelajaran yang sesuai dengan bakat dan minat mereka, membimbing mereka dalam memilih jurusan yang sesuai dengan rencana karier mereka, dan memberikan gambaran tentang jalur karier yang sesuai dengan bakat dan minat siswa, membantu mereka merencanakan langkah-langkah yang akan mereka ambil untuk mencapai tujuan karier mereka.

Membantu siswa dalam membuat keputusan yang lebih baik tentang pendidikan dan karier berdasarkan pemahaman yang lebih mendalam tentang bakat dan minat mereka. Dengan memahami bakat dan minat, siswa lebih cenderung terlibat dalam kegiatan yang sesuai dengan minat dan bakat mereka.

Sumber: bangkapos
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup B - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 02:00 WIB
Canada
Kanada
1 - 1
Bosnia
Bosnia
Grup D - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 08:00 WIB
United States
Amerika Serikat
4 - 1
Paraguay
Paraguay
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved