Tribunners

Menanti Buah Kesabaran: Transformasi Pendidikan Indonesia dan PISA 2025

Perubahan dalam kurikulum atau cara pembelajaran tak bisa dipandang sebelah mata. Perlu waktu untuk menilai efektivitasnya

Editor: suhendri
ISTIMEWA
Syahrial, S.T. - Guru Ahli Madya di SMAN 1 Damar 

Transformasi pendidikan yang signifikan membutuhkan komitmen jangka panjang yang tidak hanya terikat pada periode kepemimpinan tertentu. Hal ini melibatkan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan, termasuk pemerintah, lembaga pendidikan, para pendidik, serta masyarakat secara keseluruhan.

Dalam menciptakan perubahan yang nyata, penting untuk menghindari pendekatan yang terburu-buru dalam mengevaluasi hasil kebijakan pendidikan. Menilai kesuksesan sebuah kebijakan hanya dalam satu periode pemerintahan dapat mengurangi pandangan yang komprehensif terhadap dampak sebenarnya dari perubahan tersebut. Oleh karena itu, membangun fondasi yang kokoh, memberikan kesempatan bagi perubahan untuk menyatu dan berkembang, serta mengadopsi sikap kesabaran adalah kunci dalam mengejar transformasi pendidikan yang substansial dan berkelanjutan.

Oleh karena itu, kesabaran, evaluasi yang mendalam, dan kerja sama antarsemua pihak menjadi kunci utama dalam menilai transformasi pendidikan, termasuk penerapan Kurikulum Merdeka. Sukses pendidikan bukanlah cerminan dari pencapaian segera, tetapi dari upaya jangka panjang yang menciptakan generasi unggul, berdaya saing, dan siap menghadapi kompleksitas era global saat ini. Melihat Kurikulum Merdeka sebagai bagian dari proses panjang ini akan memberikan pandangan yang lebih komprehensif akan perubahan yang terjadi, membawa harapan akan masa depan pendidikan yang lebih cerah dan relevan. (*)

Sumber: bangkapos
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved