Selasa, 26 Mei 2026

Pilpres 2024

Program Makan Gratis Prabowo-Gibran Disentil Ganjar-Mahfud: Makan Siang Gratis atau Internet Gratis?

"Aku kasih pilihan, makan siang gratis atau internet gratis?" tanya Ganjar. "Internet gratis," jawab millenial dan Gen-Z yang hadir...

Tayang:
Penulis: Fitri Wahyuni | Editor: Fitri Wahyuni
Kolase Bangkapos.com / Kompas.com
Program Makan Gratis Prabowo-Gibran Disentil Ganjar-Mahfud: Makan Siang Gratis atau Internet Gratis? 

BANGKAPOS.COM -- Salah satu program Prabowo-Gibran jika mereka terpilih menjadi pasangan presiden dan wakil presiden nantinya adalah akan memberikan makan siang gratis.

Tak tanggung-tanggung, anggaran sebesar Rp450 triliun akan dialokasikan untuk menjalankan program ini.

Anggota Dewan Pengarah Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran, Hashim Djojohadikusumo, menyebut biaya program makan siang gratis untuk anak-anak akan mencapai Rp 450 triliun per tahun.

Nantinya, progam makan siang itu akan ditujukan bagi 82,9 juta anak-anak, termasuk yang masih belum sekolah.

"Tiap hari nih kita akan berikan makanan gratis untuk 82,9 juta jiwa minimal, minimal, dan saya bisa katakan bahwa dana untuk ini, program ini akan memakan dana 450 triliun rupiah setiap tahun," kata Hashim di acara Konsolidasi Pasukan Digital Menangkan Prabowo-Gibran di The Dharmawangsa Jakarta, Rabu (20/12/2023).

Hashim juga memastikan dana program makan siang gratis tidak akan mengambil dana dari anggaran program bantuan sosial (bansos).

Menurut Hashim, dana program makan siang gratis akan menggunakan anggaran baru.

"Saya bisa katakan karena saya ikut tim pakar, dana ada dan bakal ada, dan ini bukan dari anggaran bansos, aliran bansos."

"Yang 500 triliun tahun depan itu tetap bansos, kita tidak akan ambil uang bansos untuk ini," tegas dia.

Program makan siang gratis ala Prabowo-Gibran ini mendapatkan sindiran dari calon presiden dan calon wakil presiden nomor urut 3, Ganjar-Mahfud.

Ganjar Pranowo dan Mahfud MD kompak menyentil program makan siang gratis yang digagas Capres-Cawapres nomor urut 2 tersebut.

Catatan Tribunnews.com, Ganjar Pranowo sempat melontarkan sindirannya saat menghadiri acara alumni GMNI di Gedung Serbaguna GBK, Senayan, Jakarta, Kamis (28/12/2023).

Ganjar awalnya mengungkap selama dirinya berkampanye keliling daerah kerap menerima banyak keluhan, seperti keluhan kekurangan fasilitas kesehatan.

Keluhan tersebut menurut Ganjar menunjukan jika rakyat masih menemui sejumlah kesulitan.

Ganjar lantas menyinggung program Prabowo-Gibran terkait makan siang gratis yang menggunakan anggaran besar.

"Maaf, dan 400 T mau digunakan untuk makan siang," kata Ganjar disambut tawa hadirin.

Lebih lanjut, Ganjar meminta para eksponen Alumni GMNI sebagai orang yang berintelektual harus kritis terhadap jargon dan program politik.

"GMNI, alumni GMNI adalah intelektual, mari kita makin kritis pada soal jargon , pada soal program, pada soal gimik, karena di balik politik yang besar, di balik debat yang ditonton tepuk tangan yang sangat meriah,"

"sebenarnya ada tanggung jawab moral kita untuk melakukan pendidikan politik kepada rakyat, jangan bohongi rakyat," katanya.

Ganjar pun kembali menyentil program makan siang gratis Prabowo-Gibran baru-baru ini.

Saat meluncurkan program internet gratis di Semarang, Jawa Tengah, Senin (1/1/2024), seolah Ganjar sengaja melempar pertanyaan kepada millennial dan Gen-Z lebih memilih internet gratis atau makan siang gratis.

"Aku kasih pilihan, makan siang gratis atau internet gratis?" tanya Ganjar.

"Internet gratis," jawab millenial dan Gen-Z yang hadir.

Ganjar pun menyinggung kunjungannya ke Boyolali beberapa hari lalu.

Ia menyatakan dalam kunjungannya tersebut, moyoritas lebih banyak yang memilih internet gratis.

"Karena makan siang sudah cukup," kata Ganjar.

Cawapres nomor urut 3 Mahfud MD pun mengkritik program makan siang gratis Prabowo-Gibran.

Mahfud menyebut program tersebut bagus, tapi tidak jelas prospeknya.

"Begini, kalau makan siang gratis itu bagus lah tetapi prospeknya apa?" kata Mahfud di Djakarta Theater, Jakarta Pusat, Sabtu (30/12/2023).

Mahfud kemudian menyampaikan, ia bersama pasangannya, Ganjar Pranowo memiliki program yang lebih baik dari pada makan siang gratis itu.

Program yang dimaksud Mahfud adalah gastronomi.

Ia menilai hal ini akan lebih memberdayakan masyarakat.

Mahfud meyakini program gastronomi nantinya akan bermanfaat bagi masyarakat Indonesia.

"Kita lebih dari itu. orang tidak hanya dikasih ikan, tapi diberi pancingnya, pancing ikan."

"Kalau soal makan kita punya program namanya gastronomi, bukan hanya makan siang. Tapi makanannya juga sehat," ucap Mahfud.

"Karena makan siang gratis susu dan sebagainya itu kan impor kira-kira barang barang impor, kalau gastronomi dari bumi bumi kita dan laut laut kita."

"Itu nanti, tapi tidak dalam sebuah program yang khusus dan seketika. Itu nanti akan menjadi bagian program yang jangka panjang," sambungnya.

Tim Nasional Anies-Muhaimin atau Timnas AMIN pun sebelumnya mengkritisi program makan gratis Prabowo-Gibaran

Juru Bicara Timnas AMIN Indra Charismiadji mengatakan program makan siang dan susu gratis hanya sebatas janji politisi semata.

Menurutnya, ada yang lebih penting untuk pendidikan Indonesia di masa kini.

Yakni soal pendidikan gratis di berbagai kalangan.

"Setiap tahun rakyat selalu ribut karena PPDB zonasi, yang penyebabnya adalah kuota yang ada jauh lebih sedikit dari jumlah pendaftar," kata Indra, Senin (11/12/2023).

"Alih-alih problema tahunan rakyat ini segera diselesaikan ini malah mau buat program baru yaitu makan siang gratis dengan anggaran super jumbo sampai Rp 450 triliun," jelasnya.

Sehingga makan siang dan susu gratis dianggap tak relevan dengan pendidikan Indonesia saat ini.

(Tribunnews.com/Adi S) (Kompas.com/Rahel N)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved