Tribunners

Gizi Anak, Kunci Masa Depan Bangsa

Program makanan gratis di sekolah ini benar-benar bermanfaat bagi pertumbuhan dan perkembangan anak, baik fisik maupun mental

Editor: suhendri
ISTIMEWA
Syahrial, S.T. - Guru Ahli Madya di SMAN 1 Damar 

Oleh: Syahrial, S.T. - Guru Madya di SMAN 1 Damar

"Masa depan tercerahkan dari generasi yang tumbuh sehat"

PEPATAH bijak mengatakan "Pendidikan adalah senjata paling ampuh yang bisa kamu gunakan untuk mengubah dunia." Memang benar, pendidikan adalah kunci untuk memajukan bangsa Indonesia tercinta ini. Namun, bagaimana bisa belajar dengan baik jika perut kosong dan pikiran tidak fokus karena lapar? Itulah mengapa program makanan gratis di sekolah sangat diperlukan agar prestasi belajar anak-anak Indonesia bisa optimal.

Bayangkan jika setiap hari kamu berangkat ke sekolah dengan perut keroncongan. Bagaimana rasanya berjam-jam duduk di kelas mencoba fokus ke papan tulis sementara perut terus berbunyi minta diisi? Tentu sangat tidak nyaman dan membuat konsentrasi buyar.

Sayangnya, itu adalah realitas yang dialami jutaan murid di Indonesia. Data resmi menunjukkan 41 persen anak usia sekolah tidak sarapan dan 58 persen memiliki pola makan tidak sehat. Kondisi ini sangat memprihatinkan dan berdampak buruk pada tumbuh kembang serta prestasi mereka.

Bayangkan senyum lebar menghiasi wajah polos bocah seusia SD atau SMP saat bel tanda istirahat berbunyi. Itu adalah saat yang paling ditunggu, yaitu waktunya mengisi perut di kantin sekolah. Makanan bergizi yang tersedia di kantin sekolah memang selalu dinantikan. Selain rasanya yang enak, makanan ini juga membuat siswa kenyang sehingga bisa belajar lagi dengan konsentrasi penuh sampai pulang sekolah.

Program makanan gratis di sekolah ini benar-benar bermanfaat bagi pertumbuhan dan perkembangan anak, baik fisik maupun mental. Otak butuh asupan nutrisi yang cukup agar bisa berkembang optimal, sementara tubuh butuh energi agar bisa aktif bergerak seharian. Makanan bergizi dari sekolah membantu memenuhi kebutuhan itu sehingga anak-anak lebih sehat dan cerdas. Mereka bisa belajar dengan fokus penuh tanpa dilanda rasa lapar atau lemas karena kurang gizi. Tentu saja hal ini sangat positif untuk meningkatkan prestasi dan kualitas pendidikan siswa.

Program ini juga membantu meringankan beban ekonomi orang tua dari keluarga kurang mampu. Mereka tak perlu bersusah payah menyiapkan uang lebih untuk jajan anak di sekolah. Cukup fokus bekerja tanpa khawatir anak kelaparan di sekolah. Dengan demikian, program makan gratis di sekolah memberi banyak manfaat baik untuk siswa, orang tua, dan masa depan Indonesia.

Sebuah pepatah mengatakan tidak ada gading yang tak retak. Begitu pula program makanan gratis di sekolah, sebagus dan semulia apa pun tujuannya, tentu tak luput dari beragam tantangan. Salah satu kendala utama adalah masalah anggaran biaya. Bayangkan, program ini akan memberi makan jutaan murid di seluruh Indonesia setiap harinya. Tentu saja dibutuhkan anggaran yang sangat besar.

Misalkan hanya disediakan menu sederhana nasi, lauk, sayur, dan buah senilai Rp10.000 per porsi. Untuk 10 juta murid saja per harinya butuh anggaran Rp100 miliar lebih. Itu pun baru untuk satu kali makan. Angka fantastis ini belum lagi ditambah ongkos distribusi dan penyimpanan makanan. Dibutuhkan perencanaan matang dan koordinasi semua kementerian terkait agar anggaran program ini dialokasikan secara merata dan tepat sasaran di setiap daerah.

Selain masalah anggaran, tantangan lainnya adalah menjamin kualitas gizi makanan yang diberikan. Tujuan utama program ini adalah memenuhi kebutuhan nutrisi anak agar tumbuh kembangnya optimal. Oleh karena itu, makanan yang disajikan harus benar-benar terjamin kandungan dan keseimbangan gizinya.

Makanan yang diberikan tidak boleh sembarangan, harus sesuai standar kesehatan dan melibatkan ahli gizi dalam penyusunan menu. Misalnya, menu harus mengandung karbohidrat untuk energi, protein hewani dan nabati untuk pertumbuhan otot dan otak, vitamin dan mineral untuk daya tahan tubuh, serta serat dan probiotik untuk kesehatan pencernaan. Komposisi dan porsinya juga harus tepat untuk anak-anak. Dengan demikian, diperlukan standar prosedur operasional yang jelas agar kualitas makanan benar-benar terjaga di setiap sekolah pelaksana program ini.

Tantangan selanjutnya adalah pendistribusian dan penyimpanan makanan. Proses distribusi makanan ke sekolah-sekolah di seluruh pelosok negeri tentu membutuhkan sistem logistik yang baik. Sekolah juga harus memiliki tempat penyimpanan makanan yang higienis agar makanan tetap segar saat disajikan.

Lalu tantangan terakhir adalah peningkatan jumlah tenaga pengolah makanan. Setiap sekolah perlu merekrut tenaga tambahan untuk mengolah makanan dengan jumlah besar setiap harinya. Semua tantangan ini tentu membutuhkan perencanaan matang dan koordinasi lintas kementerian agar program berjalan optimal.

Pada akhirnya, meski berliku tantangannya, program makanan gratis di sekolah harus terus diupayakan demi keberlangsungan bangsa ini. Bukan berlebihan jika dikatakan, masa depan Indonesia bergantung pada kualitas generasi penerusnya. Jika sejak dini sudah diberi nutrisi yang cukup, anak-anak Indonesia pasti tumbuh menjadi pemimpin tangguh, cerdas, dan bijaksana. Merekalah yang akan mengantarkan negeri ini sukses di pentas global.

Sumber: bangkapos
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved